PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pasuruan Tahun 2027.
Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Gradika Bhakti Praja, Senin (9/3).
Acara dihadiri Forkompimda, pimpinan dan anggota DPRD Kota Pasuruan, asisten, juga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemangku kepentingan dan perwakilan komunitas masyarakat serta pemateri dari Universitas Brawijaya Malang.
Selain itu, Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar S.Hut., M.H juga hadir dalam kesempatan tersebut.
Musrenbang tahun ini, lebih spesial, karena bertepatan dengan Ramadan.
Momen itupun dimanfaatkan Wali Kota, Waki Wali Kota Pasuruan, dan Forkopimda dengan menggelar santunan anak yatim sebelum acara Musrenbang dimulai.
Musrenbang ini adalah momen untuk membuat perencanaan arah pembangunan Kota Pasuruan untuk 2027.
Tujuannya untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah serta menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional dan provinsi.
Perencanaan pembangunan daerah ini menjadi penting, untuk tetap memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pasuruan, Siti Rochana menjelaskan, belanja operasional dalam rencana awal RKPD 2027 naik, sekitar Rp 60,6 miliar, dibandingkan APBD 2026. Kenaikannya mencapai 7,2 persen.
Sedangkan belanja modal, naik sekitar Rp 95,2 miliar dibandingkan APBD 2026 atau naik 88,6 persen.
“Terkait adanya belanja operasional yang meningkat di tahun 2027 ini, perlu dipetakan mana yang menjadi agenda prioritas pembangunan 2027,” ujarnya.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo mengatakan, sebagian besar dari usulan Musrenbang Kelurahan yang telah diselenggarakan adalah usulan pembangunan infrastruktur.
Sementara saat ini, Pemerintah Daerah dihadapkan dengan tantangan efisiensi anggaran.
Karena itu, menurut Mas Adi-sapaan Wali Kota Pasuruan-melalui Musrenbang ini, menjadi momen penting untuk berdiskusi dan merencanakan arah pembangunan kedepannya.
Terutama dalam mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
“Sebagus apapun perencanaan tanpa covering anggaran yang cukup, tidak mungkin untuk dilakukan. Karena itu, target pendapatan kita harus ditingkatkan,” ungkapnya.
Mas Adi mengaku, akan terus bergerak membangun Kota Pasuruan berlandaskan visi Kota Pasuruan, Anugrah.
Yakni Aktif Pelayanan Publiknya, Mandiri Ekonominya, Guyub Warganya dan Indah Kotanya.
Di tahun 2027 itu, Mas Adi menetapkan beberapa kebijakan dan pembangunan yang difokuskan terhadap peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Di antaranya adalah dengan memaksimalkan transportasi publik angkutan umum “pasder”, penurunan prevalensi stunting lebih dari 5 persen, mengupayakan operasional Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan memulai tahapan pengembangan embrio Pasar Bugul Kidul.
“Kami mengupayakan operasional PPI agar segara bisa beroperasi dengan terus berkolaborasi dengan provinsi,” terangnya.
Menurutnya PPI ini penting, dalam mendorong perekonomian masyarakat. Mengingat, banyak dari masyarakat Kota Pasuruan yang berprofesi sebagai nelayan.
Di sisi lain, Menurut Ketua DPRD Kota Pasuruan, Mochammad Toyib, pihaknya akan terus mendukung dan membangun kemitraan dengan Pemkot Pasuruan untuk mewujudkan pembangunan Kota Pasuruan. Tak hanya jangka pendek, melainkan hingga jangka panjang.
“Kami DPRD Kota Pasuruan akan terus menjalankan fungsi pembentukan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan secara produktif dan berimbang,” bebernya.
Di momen tersebut, Pemkot juga memberikan apresiasi bagi kelurahan dan kecamatan penyelenggara Musrenbang terbaik.
Adapun juara satu kelurahan penyelenggara Musrenbang terbaik diraih oleh Kelurahan Kandangsapi, disusul oleh Kelurahan Blandongan sebagai juara dua dan juara tiga adalah Kelurahan Kebonsari.
Sementara itu Kecamatan Panggungrejo menjadi juara dalam penyelenggaraan Musrenbang terbaik kecamatan (ran/one/*)
Prioritas Pembangunan RKPD tahun 2027
- Meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan sosial dan ekonomi
- Meningkatkan kualitas Angkatan kerja untuk memenuhi pasar tenaga kerja
- Meningkatkan kualitas produksi hasil olahan
- Pembangunan infrastruktur
- Pengurangan angka stunting
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat
- Pemberdayaan UMKM penunjang wisata
- Penguatan kelembagaan ekonomi sektor perdagangan dan industri