PASURUAN, Radar Bromo-Momen Ramadan semestinya bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor layanan parkir.
Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) memilih tidak mamatok target muluk-muluk. Alasannya, karena potensi parkir tidak bisa maksimal akibat cuaca.
Sekretaris Dishub Kota Pasuruan, Agus Wibowo menyebut semestinya momen Ramadan menjadi kesempatan untuk memaksimalkan retribusi parkir.
Sebab, titik parkir utama di seputar Alun-Alun Kota Pasuruan dan pusat perbelanjaan, biasanya ramai dampak serbuan masyarakat.
Banyak masyarakat yang berbelanja. Mencari pakaian atau memburu jajanan untuk persiapan Lebaran.
Tidak jarang pula, warga yang mencari takjil dan berbuka di seputar alun-alun kota. Namun, pihaknya memilih tidak mematok target tinggi selama Ramadan.
Pihaknya memproyeksikan, setoran parkir dari juru parker (jukir) bisa menyamai Januari. Saat itu, rata-rata perolehannya bisa sebesar Rp 1,7 juta per hari.
Alasannya, kondisi cuaca selama Ramadan tidak menentu. Hujan deras kerap melanda, saat siang atau sore hari. Dampaknya, titik parkir pun sepi.
"Sering terjadi hujan deras selama Ramadan. Jukir juga menyampaikan, jika titik parkir sering sepi karena cuaca," katanya.
Kondisi ini terbukti di bulan lalu. Setoran parkir dari jukir anjlok. Rata-rata per harinya hanya Rp 1,5 juta.
Cuaca yang sering hujan, menjadi penyebabnya. Karena kondisi inilah, Dishub memilih untuk realistis. Harapannya bisa sama seperti Januari lalu.
"Ramadan ini periode musiman. Semestinya, parkir bisa dimaksimalkan karena biasanya parkir ramai. Namun cuaca tidak mendukung," jelas Agus. (riz/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni