PASURUAN, Radar Bromo - Momen Ramadan digunakan untuk meningkatkan ketakwaan. Tidak terkecuali, oleh Lapas IIB Pasuruan.
Warga Binaan (WB) diajak mengikuti tadarus secara bergantian setiap malamnya.
Kalapas IIB Pasuruan, Tri Wibawa Kristiana menyebut selama Ramadan, WB diajak untuk meningkatkan ibadah.
Salah satunya dengan melaksanakan Salat Tarawih berjamaah dan tadarus secara bergantian. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan bersamaan.
Melaikan dipergilirkan sesuai blok hunian. Misal, Senin adalah giliran WB yang menghuni di blok A, maka Selasa giliran WB di blok lainnya.
Tujuannya demi keamanan agar tidak ada kerusuhan atau pertikaan antar WB.
"Dengan begitu, setiap WB mendapatkan giliran yang sama. Namun agar tidak sesak dan aman, dibuat bergantian," katanya.
Bowo-sapaannya menyebut, pelaksanaan tarawih dan tadarus ini agar WB menjadi lebih baik secara spiritual.
Harapannya, mereka menjadi pribadi yang beriman. Sehingga, saat lepas dari masa hukuman, tidak lagi mengulangi perbuatan atau kejahatan sebelumnya.
"Di lapas tidak hanya dibina secara skill, namun juga spritual. Agar mereka menjadi pribadi yang baik dan beriman," tutur Bowo. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin