PASURUAN, Radar Bromo - Produksi padi di Kota Pasuruan melampaui target. Sepanjang 2025, produksi padi yang dihasilkan petani mencapai 16.374 ton.
Padahal, targetnya hanya 16.066 ton. Capaian ini, dipengaruhi produktivitas lahan pertanian cukup tinggi.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut target produksi padi tahun lalu terlampaui.
Produksi padi di empat kecamatan mencapai 16.374 ton. Atau lebih tinggi 308 ton.
"Produksi padi di Kota Pasuruan tahun lalu positif. Dipicu oleh kondisi cuaca yang baik sepanjang 2025, sehingga produktivitas tinggi," katanya.
Ayik-sapaannya menuturkan sepanjang 2025, luas panen mencapai 2.525 hektare.
Tertinggi, di Kecamatan Bugul Kidul sebesar 1.113 hektare. Lalu diikuti oleh Kecamatan Gadingrejo sebesar 738 hektare. Selanjutnya Purworejo 492 hektare dan Panggungrejo 182 hektare.
Luasan panen berbanding lurus dengan produksi padi. Produksi tertinggi berada di Kecamatan Bugul Kidul, mencapai 6.975 ton. Lalu diikuti oleh Kecamatan Gadingrejo yang menghasilkan 5.139 ton.
Kemudian, Kecamatan Purworejo yang memiliki produksi sebesar 3.108 ton serta Kecamatan Panggungrejo dengan capaian produksi 1.153 ton.
Produktivitas atau tren produksi di empat kecamatan penghasil produksi padi juga tinggi.
Rata-rata di atas enam ton per hektare. Kecamatan Gadingrejo memiliki produktivitas paling baik sebesar 6,9 ton per hektare.
Diikuti oleh Purworejo sebesar 6,7 ton per hektare. Sementara dua kecamatan sebesar 6,5 ton per hektare.
"Kondisi cuaca yang baik tercermin dari produktivitas. Rata-rata produktivitas lahan mencapai 6,6 ton per hektare," sebut Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin