BUGUL KIDUL, Radar Bromo - Pendangkalan yang terjadi di Sungai Petung, sekitaran Buk Wedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, berdampak terhadap warga sekitar.
Air sungai meluap, hingga membuat permukiman warga tergenang.
Sepanjang penghujan ini, sudah delapan kali kawasan di sekitar Buk Wedi tergenang. Terbaru pada Selasa (3/3) malam. Air meluber ke Jalan Raya Ir Juanda.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin menyatakan, penyebab luapan banjir pada area Buk Wedi, dikarenakan penyempitan badan sungai. Serta penyempitan lubang jembatan pada Buk Wedi.
Dengan debit air yang tinggi ditambah membawa material banyak, akhirnya tersendat pada jembatan.
Dampaknya, air meluap melewati atas jembatan dan mengalir ke samping kiri dan kanan jembatan.
“Permasalahannya karena pendangkalan dan penyempitan sungai,” sampainya.
Sejak November 2025 sampai Maret 2026, sudah delapan kali luapan terjadi di lokasi Buk Wedi.
Banyak pengendara roda dua terjatuh, yang salah satunya sampai meninggal dunia lantaran terlindas truk.
Plt Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Alyasa Akbar mengatakan, peninggian Jembatan Buk Wedi sudah direncanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.
Saat ini masih tahap sosialisasi pada masyarakat yang terdampak.
“Direncanakan setalah hari raya. Sekarang masih tahap sosialisasi kepada warga terdampak banjir,” katanya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin