PASURUAN, Radar Bromo - Tingginya capaian investasi di Kota Pasuruan sepanjang tahun lalu, tak lantas membuat Pemkot mendorong kenaikan.
Buktinya, target investasi tahun ini, diancang-ancang sama dengan sebelumnya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pasuruan berdalih, realistis.
Target investasi dipatok sama dengan tahun 2025. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, target investasi selalu dinaikkan 2 persen dari perolehan di tahun sebelumnya.
Namun di tahun 2026, DPMPTSP memilih tidak menaikkan target lebih tinggi dari perolehan 2025.
Pemkot berharap perolehan investasi tahun ini menyamai perolahan tahun lalu.
Kepala DPMPTSP Kota Pasuruan, Indra Gunawan mengungkapkan pihaknya menargetkan perolehan investasi tahun ini sebesar Rp 180,06 miliar.
Sama seperti perolehan tahun lalu. Alasannya, perolehan ini telah melampaui target investasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Biasanya, DPMPTSP menaikkan dua persen dari perolehan tahun sebelumnya. Seperti yang dilakukan pada 2025.
Pihaknya mematok target investasi naik 2 persen dari 2024. Pada 2024, capaian investasi sebesar Rp 52,2 miliar. Karena itu, investasi ditargetkan sebesar Rp 53,3 miliar.
"Dan tahun lalu perolehan investasi melaju kencang. Tercapai 337 persen dari target tahun 2025. Melampaui target dalam RPJMD," katanya.
Indra menyebut, pihaknya optimis target ini bisa terkejar. Agar bisa terealisasi, Pemkot selalu melakukan pengawalan investasi.
Bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Kota Pasuruan diberikan kemudahan. Diantaranya, penyederhanaan perizinan usaha.
“Apalagi Kota Pasuruan menawarkan upah tenaga kerja yang murah dibanding kota sekitarnya. Seperti Surabaya, Sidoarjo atau Malang,” terangnya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin