Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspada Longsor di Jalur Wisata Bromo di Tosari, Sudah Dua Kali Insiden Terjadi di Musim Hujan Ini

Fuad Alyzen • Rabu, 4 Maret 2026 | 08:06 WIB

KERJA SAMA: Warga di Tosari yang kemarin (3/3) bahu-membahu menarik truk yang jatuh ke jurang setelah terkena timbunan longsor.
KERJA SAMA: Warga di Tosari yang kemarin (3/3) bahu-membahu menarik truk yang jatuh ke jurang setelah terkena timbunan longsor.

TOSARI, Radar Bromo - Peringatan waspada bencana di penghujung musim hujan masih berlaku. Bencana banjir dan longsor masih berpotensi terjadi. Bahkan, BMKG memprediksi hujan deras masih akan terjadi sampai akhir Maret nanti.

Hujan bahkan kembali menimbulkan longsor di dataran tinggi Kecamatan Tosari, Pasuruan. Senin (2/3), hujan deras dengan durasi lama itu membuat tanah pada jalur di Dusun Wonojati, Desa Ngadiwono, bergeser sampai menutup jalan.

Apesnya, material longsor mengenai truk, pikap, dan Gran Max saat sedang melintas.

Longsor memang tak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya saja ada korban luka-luka yang merupakan penumpang truk yakni pengemudi dan penumpang.

Saat dihantam longsor, truk jatuh ke jurang akibat dorongan longsor hingga empat orang luka-luka. Semuanya langsung dievakuasi ke Puskesmas Tosari.

Longsor juga menutup jalan menuju ke wilayah Nongkojajar, Kecamatan Tutur, maupun sebaliknya. Akses sempat ditutup. Hingga Selasa (3/3) siang, material longsor pelan-pelan mulai dibersihkan. Ini setelah masyarakat bersama jajaran lainnya membersihkan material longsor.

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati selama musim hujan saat melintas di pegunungan. Termasuk di jalur wisata Bromo. Sebab, bukan kali ini saja longsor terjadi di Tosari.

Kapolsek Tosari Iptu Sumbut Pujaningwang menjelaskan, longsor yang terjadi Senin lalu dipicu hujan yang mengguyur sejak siang. Hujan dengan intensitas tinggi yang akhirnya membuat jalan masuk di Dusun Wonojati, Desa Ngadiwono, longsor.

Di waktu bersamaan, saat itu melintas sejumlah kendaraan dari arah timur ke barat. Dengan posisi truk di depan, disusul sebuah pikap dan Gran Max. Ketiga kendaraan ini menuju arah Nongkojajar.

Saat itu juga material longsor menimpa truk, membawanya ke jurang dengan kedalaman sekira 20 meter. Sementara pikap dan Gran Max di belakangnya tak terlalu parah.

Empat orang alami luka-luka. Di antaranya, tiga penumpang truk dan pengemudi pikap. Mereka langsung dievakuasi ke Puskesmas Tosari untuk perawatan. Semua korban kondisinya sehat semua. Mereka hanya mengalami luka ringan karena benturan.

Sampai Selasa (3/3) pagi, Forkopimcam bersama BPBD Kabupaten Pasuruan ke lokasi kejadian untuk pembersihan material longsor. Alat berat milik Pemkab Pasuruan dikerahkan. Semuanya berkerja sama membersihkan material dengan panjang 40 meter dan tinggi 10 meter.

“Semalam cuaca masih ekstrem. Jadi kami evakuasi para korban saja. Dan lalu lintas masih tertutup,” sampai Camat Tosari Bachtiar Prihatin Bahri.

Material longsor memang sudah dibersihkan. Namun kondisi jalan masih licin. Walau demikian, hambatan ini sama sekali tidak mengganggu para wisatawan menuju ke Gunung Bromo. Wisatawan masih bisa melintas di jalur lainnya. Hanya saja jalur ke Nongkojajar jadi terganggu.

Pihaknya pun mengimbau pada masyarakat agar selalu waspada saat melintas di area pegunungan di momen musim hujan. Apalagi saat hujan ekstrem berlangsung. “Mungkin ke depan kami upayakan penanaman pohon di area yang rawan longsor,” sampainya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, sampai Selasa siang material longsor sudah bisa diatasi.

Warga sekitar mengevakuasi salah satu kendaraan yang jatuh ke jurang karena longsor. “Alhamdulillah material sudah bisa teratasi dan tidak ada korban jiwa, hanya pengendara yang tertimpa longsor,” sampainya.

Soal potensi longsor di dataran tinggi, Sugeng membenarkan. Dia menyebut, ada sejumlah kecamatan yang menjadi pantuan BPBD, terutama dataran tinggi seperti Prigen, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Lumbang, dan Puspo.

Ia juga mengimbau warga tetap waspada hingga 10 Maret mendatang. Berdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sugeng mengimbau masyarakat tetap harus waspada depan sesuai warning dari BMKG tentang cuaca ekstrem.

 

Gotong Royong Evakuasi Truk

Di sisi lain, semangat gotong royong ditunjukkan masyarakat Tengger saat ada musibah di lingkungan mereka. Bukan hanya gotong royong membersihkan material longsor, ratusan warga Desa Ngadiwoono, Kecamatan Tosari, bahu-membahu mengevakuasi sebuah truk yang terperosok ke area perkebunan curam sedalam puluhan meter.

Evakuasi truk menjadi tantangan terberat karena posisi kendaraan yang berada di kebun dengan kemiringan yang curam. Selain itu, lokasi longsor tepat di tikungan jalan yang cukup tajam. Tanpa instruksi khusus, warga Tengger langsung turun ke lokasi membawa tali tambang untuk menarik badan truk secara manual.

Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal Tosari, Agus Setiya Wardana mengaku terharu dengan inisiatif warga tersebut.

​​"Luar biasa sekali. Tanpa instruksi, warga langsung meninggalkan kebun untuk membantu. Ini murni empati khas warga Tengger," ujar Agus Setiya Wardana, tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan di wilayah Kabupaten Pasuruan. (ube/zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pasuruan #truk #longsor #bromo #tosari