PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah pelatihan kerja yang dilaksanakan pemkot tahun ini berkurang.
Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM hanya menyiapkan lima pelatihan. Berkurang dari tahun lalu sebanyak 12 pelatihan kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM kota Pasuruan, Muhammad Fakih menyebut pelatihan kerja tahun ini tetap ada.
Namun, volumenya berkurang. Mengikuti kemampuan anggaran pemkot. Sebab anggaran terbatas.
"Pelatihan kerja tahun ini tetap ada. Cuma tidak sebanyak tahun lalu. Berkurang tujuh pelatihan," katanya.
Kondisi ini disebabkan dampak dari pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Sehingga semua kegiatan pun terimbas. Sejumlah kegiatan yang dinilai tidak mendesak dikurangi atau ditunda.
"Namun pelatihan kerja tetap dilakukan. Tujuannya untuk mengurangi pengangguran di kota," jelas Fakih.
Pelatihan yang dilaksanakan diantaranya, desain grafis, make up artist (MUA) dan barista. Sasarannya maayarakat yang berusia produtif dan belum bekerja.
Setiap pelatihan dibatasi maksimal 20 peserta dan dilaksanakan selama dua pekan. Selama pelatihan mereka mendapat makan dan uang transport.
"Harapannya jumlah pengangguran bisa bekurang. Dengan meningkatkan skill mereka," sebut Fakih. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin