Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dituding Punya Santet, Rumah Kakek di Lekok Pasuruan Dirusak Massa: Dipicu Mimpi Korban saat Sakit

Fuad Alyzen • Senin, 2 Maret 2026 | 16:35 WIB

Kondisi rumah korban Mus usai dirusak massa.
Kondisi rumah korban Mus usai dirusak massa.
 

LEKOK, Radar Bromo–Isu santet masih jadi hal sensitif di Kabupaten Pasuruan. Gara-gara dituding memiliki ilmu santet, rumah Mus, 80 di Kampung Baru, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, dilurug warga.

Rumahnya dirusak. Mus dituding telah menyantet tetangga desanya yang bernama Amsori, 52.

Penyebabnya, warga Dusun Tegalan, Desa Jatirejo, Lekok, itu sakit selama tiga hari. Dalam sakitnya itu, Amsori mimpi didatangi Mus.

Mimpi inilah yang kemudian diyakini sebagai tanda bahwa Amsori disantet oleh Mus.

Keyakinan itu membuat keluarga Amsori tidak terima. Anak Amsori berinisial J, 35, bersama sejumlah kerabat, datang dalam jumlah banyak ke rumah Mus, sekitar pukul 20.00.

Mereka langsung masuk ke dalam rumah. Situasi seketika memanas. Massa yang merasa geram, langsung merusak sejumlah perabotan rumah milik Mus.

Sementara J, mencari korban di rumah itu. Dalam sekejap, J mendapati korban tengah tidur di kamarnya.

Saat itu juga, J menyeret korban keluar rumah. Dia meminta korban datang ke rumah Amsori.

Istri korban yang melihat hal itu, langsung berusaha mencegah. Namun dia langsung diancam agar tidak ikut campur dalam masalah itu.

Korban sendiri kemudian menuruti permintaan massa untuk mendatangi rumah Amsori. Dari Dusun Kampung Baru ke Dusun Tegalan, jaraknya sekitar 2-3 kilometer. Ia berangkat dengan sepeda motor didampingi Ros, 40, anaknya.

Ros sendiri tinggal di sebelah rumah korban bersama keluarganya. Lelaki itu langsung lari ke rumah bapaknya, begitu melihat rumah itu digeruduk massa.
Baca Juga: Kasus Santet Paiton, Dalami Keterlibatan Pelaku Lain

Setibanya di rumah Amsori, suasana kembali tidak kondusif. Banyak warga berkumpul dan mulai merangsek, mendekati korban. Ros pun berusaha melindungi ayahnya dari amukan massa.

Beruntung, aparat Polsek Lekok datang ke lokasi tak lama kemudian. Petugas segera mengamankan korban untuk menghindari amukan massa. Ia dibawa ke Mapolsek Lekok.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, keduanya sebenarnya masih saudara. “Keduanya sebenarnya tetangga dekat dan masih keluarga atau saudara,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di lengan kanan dan kiri. Namun berdasarkan hasil visum, luka tersebut bukan akibat penganiayaan.

Melainkan karena penyakit kulit yang dideritanya. Jika kulitnya tersentuh keras, dapat mengelupas.

Selain itu, rumah korban mengalami sejumlah kerusakan. Terutama perabotan rumah. Dia diduga mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

Petugas sendiri sempat melakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, terungkap bahwa korban dan Amsori masih memiliki hubungan kekerabatan.

Amsori mengakui menuduh korban menyantet dirinya berdasarkan mimpi yang dialaminya saat sakit.

Polisi kini mengupayakan penyelesaian secara damai. Mengingat kedua belah pihak masih bersaudara.

“Kami berencana menyelesaikan masalah ini secara damai. Aplagi, kedua belah pihak ini masih saudara,” jelas Junaidi. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#santet #pasuruan #massa #rumah dirusak #lekok #Mimpi #sakit