GEMPOL, Radar Bromo - Betapa kagetnya Muhammad Soleh, 56. Pria asal Dusun/Desa Carat, Kecamatan Gempol yang seharinya membuka tambal ban ini tak menyangka konsumennya tak merespons hingga akhirnya meninggal dunia.
Insiden itu terjadi Sabtu (28/2). Saat itu lapak tambal ban miliknya kedatangan Herri Surjadi, 56, asal Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Dengan mengendarai Honda Supra warna hitam bernopol W 3706 QL, Herri berniat menambal ban motornya yang bocor.
Herri saat itu dalam perjalanan pulang dari tempatnya bekerja di salah satu pabrik, berada Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Karena ban belakang motor kempis, korban mencari tambal ban. Hingga dia menemukan toko spare part milik Soleh yang juga membuka tambal ban.
Saat Soleh menambal, Herri istirahat duduk selonjoran di teras toko menghadap ke timur. Selang sekitar 30 menit kemudian, Soleh memanggil korban karena ban motor yang bocor selesai ditambal.
"Saat dipanggil-panggil korban tidak merespons. Kemudian saksi tukang tambal ban memanggil sejumlah warga lainnya seraya mengecek korban. Ternyata sudah meninggal dunia," kata Kapolsek Gempol Kompol Giadi Nugraha.
Tak berselang lama, petugas dari Polsek Gempol dan Babinsa setempat tiba di TKP. Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol.
"Meninggalnya korban ini karena sakit, diduga punya riwayat sakit asma sudah menahun. Di kantong celananya diketemukan obat asma," beber kapolsek.
Setibanya di rumah sakit, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi jasad korban. Sebaliknya menerima kematian korban karena sakit, sekaligus juga membuat surat pernyataan bermeterai imbuhnya. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid