GRATI, Radar Bromo-Aksi perang sarung sekelompok remaja di jalan raya Desa Trewung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan selama Ramadan kian meresahkan warga. Warga pun melaporkan hal itu ke polisi.
Sabtu dinihari (28/2), Polsek Grati membubarkan puluhan remaja yang tengah perang sarung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah beberapa kali dua kelompok yang terdiri dari puluhan remaja itu melakukan aktivitas tersebut.
Polres Pasuruan Kota pun mengimbau pada masyarakat di seluruh wilayah hukumnya agar tidak melaksanakan perang sarung.
Kapolsek Grati Iptu Prasetyo mengatakan, aksi tersebut dilaporkan warga, sekitar pukul 01.30 dini hari.
Mendapati laporan itu, pihak kepolisian lantas menuju ke lokasi. “Saat kami datang, (mereka) langsung berlarian masuk ke kebun tebu di sekitarnya,” ujar Prasetyo.
Dua kubu yang saling berperang begitu banyak. Jumlah dari masing-masing kelompok antara 30 sampai 40 orang. Mereka saling menyerang.
Prasetyo menilai, aktivitas remaja itu cukup merugikan warga lain. Selain membahayakan pelaku perang sarung yang terlibat, juga mengganggu pengguna jalan dan ketenangan warga yang tengah istirahat.
“Kalau masih sarung yang tidak dibundel, tidak apa-apa. Takutnya ada yang menggunakan batu. Kemudian emosi dan terjadi tawuran antar kelompok. Nah ini berlebihan,” ujarnya.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi menambahkan, tidak hanya di wilayah hukum Polsek Grati. Perang sarung di sejumlah lokasi lainnya juga akan jadi atensi kepolisian.
Jika menemukan, maka pihaknya akan menindak. “Kami akan mengamankan. Dan melakukan pembinaan di hadapan orang tua,” ujarnya.
Polda Jatim juga memberikan perintah agar mencegah perang sarung tersebut.
“Kami sudah melakukan patroli itu. Mengingat di bulan ramadan kejahatan semakin bertambah,” ujarnya. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi