TUTUR, Radar Bromo - Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan digemparkan dengan penemuan jenazah seorang laki-laki yang kondisinya sudah menjadi tulang belulang di kawasan Hutan Keciri.
Jenazah tersebut ditemukan oleh warga dalam kondisi tinggal tulang belulang di Bukit Keciri yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Persisnya di Bukit Keciri, Blok Bukit Guntur Loreng, termasuk wilayah Dusun Wonokoyo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur. Kondisi korban saat itu masih mengenakan pakaian lengkap.
Jenazah itu awal kali diketahui Kamis sore (26/2). Namun lantaran saat itu sudah petang, proses evakuasi baru bisa dilakukan Jumat (27/2).
Setelah dilakukan proses evakuasi yang cukup menantang melalui jalur hutan, jenazah akhirnya berhasil dibawa menuju Desa Mororejo, Kecamatan Tosari, untuk memudahkan proses identifikasi lebih lanjut.
Berdasarkan informasi terakhir, identitas korban telah terungkap. Korban diketahui bernama Kushadi (38), warga Dusun Ledok Kepor, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Menurut informasi, korban yang juga petani ini sebelumnya berpamitan untuk bekerja di kawasan Ranupane.
Lantaran korban mengatakan akan bekerja selama kurang lebih 25 hari, pihak keluarga tidak merasa curiga dan tidak melakukan pencarian hingga akhirnya kabar duka ini diterima.
Saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Identitas korban sudah terungkap, penyebab kematiannya masih dalam lidik," ujar Kanitreskrim Polsek Nongkojajar Aiptu Akhdian Pramono saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, di sela-sela proses evakuasi korban yang masih berlangsung.
Dari keterangan keluarga, korban keluar rumah sejak beberapa hari yang lalu. Korban terlihat depresi karena diduga masalah keuangan.
Pihak keluarga korban sendiri menolak dilakukan otopsi pada mayat. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan agar keluarga bisa langsung menyucikan korban selanjutnya dimakamkan. (ube/zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi