PASURUAN, Radar Bromo - Awal tahun ini menjadi momen spesial bagi Adi Wibowo dan Mohammad Nawawi.
Wali kota dan wakil wali kota itu tepat setahun memimpin kota Pasuruan. Mereka berkomitmen membawa Kota Pasuruan menjadi lebih baik lagi.
Mas Adi-sapaannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan satu tahun pemerintahan yang dipimpinnya.
Masa kepemimpinannya masih panjang. Baru melewati 1/5 dari total lima tahun masa jabatan.
Selama setahun memimpin Kota Pasuruan, diakuinya penuh tantangan. Pemda harus menghadapi dampak pasca pandemi Covid-19, dan menyesuaikan kebijakan dengan pemerintah pusat.
Seperti pengurangan dana transfer keuangan daerah (TKD) dan dana bagi hasil cuka hasil tembakau (DBHCHT).
"Visi misi yang telah dirumuskan merupakan janji politik yang harus dijalankan dalam lima tahun ke depan. Namun tetap harus menyesuaikan kondisi anggaran," katanya.
Mas Adi menuturkan seluruh perencanaan telah disusun dengan baik. Namun tentunya perencanaan harus diimbangi dengan anggaran yang cukup.
Meski diakuinya keterbatasan menjadi tantangan bagi pemda, namun bukan berarti keterbatasan anggaran menjadi alasan untuk mundur.
Sebaliknya keterbatasan ini bisa menjadi pemicu untuk terus berinovasi dan bekerja lebih keras di tengah keterbatasan.
Pihaknya menegaskan komitmennya untuk bisa mewujudkan Kota Pasuruan yang "Anugrah". Yakni aktif layanan publiknya, mandiri ekonominya, guyub warganya, dan indah kotanya. Untuk mewujudkannnya diperlukan kolaborasi dan kerja sama semua pihak.
"Meski terbatas dalam anggaran namun bisa tetap bergerak dengan kolaborasi. Misalnya pembangunan Masjid Khas ini yang terwujud dsri kolaborasi dengan pemprov," jelas Mas Adi.
Katanya, pihaknya tidak hanya fokus pada program prioritas daerah. Tapi juga berkomitmen menjalankan program prioritas nasional.
Seperti makan bergizi gratis (MBG), koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan cek kesehatan gratis yang diintegrasikan dengan kebijakan daerah.
"Keterbatasan bukanlah penghalang. Namun ini menjadi tantangan bagi kami untuk mewujudkan Kota Pasuruan lebih baik," sebut Mas Adi. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid