PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah penduduk Kota Pasuruan yang bekerja di sektor informal, meningkat.
Sepanjang 2025 lalu, pekerja sektor informal tercatat 58.720 orang. Naik lebih dari dua persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, untuk formal, cenderung menyusut.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji menuturkan berdasarkan status pekerjaan, kegiatan penduduk bekerja bisa dibagi dua macam.
Yakni kegiatan formal dan informal. Kegiatan formal meliputi wirausaha dengan dibantu buruh tetap. Atau buruh/karyawan/pegawai yang dibayar setiap bulan.
Sementara kegiatan informal ini meliputi, mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh atau karyawan tidak tetap, pekerja bebas, dan pekerja keluarga atau pekerja tak dibayar.
Dari hasil survei yang dilakukan Agustus 2025, penduduk Kota Pasuruan yang bekerja di sektor formal mencapai 63.810 orang.
Jumlah ini sekitar 52,08 persen dari total penduduk yang bekerja. Sementara penduduk yang bekerja di sektor informal sebanyak 58.720 orang. Angka ini mencakup 47,92 persen dari keseluruhan penduduk yang bekerja.
Jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal meningkat.
Ada kenaikan sebesar 2,51 persen. Sebelumnya pekerja di sektor informal hanya 45,41 persen.
Peningkatan ini disebabkan karena semakin meningkatnya wirausaha dibantu buruh tidak tetap.
"Pekerja formal mengalami penurunan 2,51 persen. Penurunan ini disebabkan berkurangnya yang berstatus guru atau karyawan," terang Imam.
Sebelumnya, Kepala Diskominfotik Kota Pasuruan, Imam Subekti mendorong anak muda untuk bisa menjadi solusi dalam menurunkan angka pengangguran.
Mereka bisa membuka lapangan kerja dengan menjadi pengusaha. Sehingga bisa membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin