Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cuaca Ekstrem di Pasuruan Rusakkan Rumah-Tumbangkan Pohon hingga Tiga Kecamatan Tergenang

Fuad Alyzen • Senin, 23 Februari 2026 | 08:15 WIB

SEBELUM DITANGANI DARURAT: Atap rumah warga di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol yang rusak usai diterjang angin kencang.
SEBELUM DITANGANI DARURAT: Atap rumah warga di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol yang rusak usai diterjang angin kencang.
 

GEMPOL, Radar Bromo - Bencana hidrometeorologi di penghujung musim hujan masih mengancam. Di Kabupaten Pasuruan, hujan lebat yang turun Sabtu (21/2) lalu menyebabkan cuaca ekstrem dan banjir.

Cuaca ekstrem tersebut terjadi di Gempol dan Lekok. Di Gempol, hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Sabtu malam membuat satu rumah warga milik Suwarmo, 55, di Dusun / Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, rusak. Atap rumah yang terbuat dari seng lepas beserta kayunya.

"Kejadiannya saat selesai tarawih, hujan lebat dan ada angin kencang. Satu rumah warga di Dusun Wonosunyo terdampak kerusakan," kata Sekdes Wonosunyo Ansori

Saat angin kencang berhembus, pemilik rumah beserta istri dan anaknya berada di dalam rumah.

Ketiganya selamat dan tidak mengalami luka-luka. Mereka hanya mengalami syok dan kerugian materil.

Minggu (22/2) pagi, Trantib dari Kantor Kecamatan Gempol dan Tagana Kabupaten Pasuruan datang ke lokasi.

Selain mendata, ada bantuan kedaruratan berupa terpal  yang diberikan ke pemilik rumah.

Beralih ke Lekok. Hujan deras juga membuat pohon di Desa Tampung, Kecamatan Lekok tumbang ke jalan, Sabtu (21/2) malam. Akibatnya, akses menuju ke Desa Pasinan tertutup.

Kalaksa BPBD Sugeng Hariyadi mengatakan, pohon tumbang terjadi pukul 19.45 setelah hujan deras disertai angin kencang. Setelah mendapati laporan, pihaknya menuju ke lokasi.

Pihaknya koordinasi dengan pihak lainnya. Setelah itu melakukan pemotongan pohon tumbang tersebut.

Sugeng meminta masyarakat tetap waspada di penghujung musim hujan. “Terutama mewaspadai angin kencang yang kerap terjadi belakangan ini,” sampainya.

Bukan hanya cuaca ekstrem. Hujan yang turun pada Sabtu (21/2) lalu juga membuat sejumlah wilayah di Pasuruan tergenang.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, hujan sejak Sabtu sore cukup membuat wilayah Kabupaten Pasuruan tergenang. Namun genangan hanya terjadi sampai Minggu (22/2) siang.

“Kami monitor sampai dini hari. Alhamdulillah Minggu dini hari hujan sudah berhenti,” sampainya.

Setelah hujan deras, personel BPBD dikerahkan. Memonitoring sejumlah sungai yang rawan meluap di wilayah Kabupaten.

Sampai pukul 19.00 sudah menggenang di beberapa wilayah. Yakni di wilayah Kecamatan Rembang, Kraton dan Bangil.

Sugeng menyatakan, setelah pemantauan genangan air dilakukan. Rata-rata genangan terjadi karena ada luapan dari sungai.

Seperti di wilayah Kecamatan  Rembang, genangan terjadi karena sungai meluap ditambah hujan lokal. Akhirnya membuat kedalaman antara 30 sampai 50 sentimeter.

Begitu juga di Kecamatan Kraton. Genangan terjadi di Desa Bendungan dan Rejosari. Ketinggian air antara 20 sampai 40 sentimeter.

Sementara di Kecamatan Bangil, genangan terjadi di Desa Manaruwi dan Masangan kedalaman air antara 30 sampai 100 meter.  “Di Rembang sempat menghambat lalin,” sampainya.

Hingga Minggu siang genangan sejumlah wilayah sudah alami penyurutan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Terutama hujan dengan intensitas tinggi yang beragam dampaknya. Terutama banjir dan pohon tumbang. (zal/zen/fun)

Editor : Abdul Wahid