GADINGREJO, Radar Bromo - Penyelidikan tengah dilakukan kepolisian atas hilangnya motor milik M. Khojin, 66, warga Jalan Sriwijaya, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Beberapa orang saksi dimintai keterangan, untuk mengungkap kasus ini.
Aksi pencurian itu menimpa korban, Selasa (17/2). Bermula dari niat baiknya untuk membantu orang.
Sayangnya, motor Honda Beat N 3289 VAU malah dibawa lari orang tak dikenalnya.
Penjual gorengan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Karangketug ini mengantarkan seorang pria yang mengaku rumahnya di Perumahan Kraton Indah, Kelurahan Karangketug.
Sesampainya di sana motornya dipinjam untuk menjemput istri lelaki tersebut.
Karena lama tak kembali, korban menanyakannya ke sekitar rumah tersebut.
Rupanya, warga sekitar tak mengenal pelaku. Sadar menjadi korban penipuan, ia melaporkannya ke polisi.
Sebab, ia tak hanya merugi karena kehilangan motor. Di dalam joknya, juga ada sejumlah uang.
“Pelaku masih dalam penyelidikan. Pasal 492 KUHP tentang penipuan yang disangkakan,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.
Kasus ini bermula, saat korban bersama istrinya menjual gorengan di depan Masjid Al Mabrur di Jalan Ahmad Yani, Kota Pasuruan, sekitar pukul 06.30.
Ketika sedang mennggu dagangan, tiba-tiba datanglah terduga pelaku, tengah berjalan kaki sendirian.
Ia menghampiri korban dengan dalih akan membeli gorengan. Bahkan, dengan jumlah banyak. Namun, terduga pelaku berkilah, sedang tak membawa uang.
Untuk membelinya harus mengambil uang terlebih dahulu. Pelaku menyampaikan dia akan mengambil uang itu di rumahnya, yang mengaku lokasi rumahnya di Perumahan Indah Kraton Indah.
Karena tidak membawa kendaraan, ia meminta antar korban. Korban pun bersedia. Sampai di sebuah rumah, terduga pelaku masuk. Ia berpura-pura mencari istrinya.
Berdalih tidak ada, ia akan menjemput istrinya terlebih dahulu. Kepada korban, ia meminjam motornya.
Tanpa curiga, korban pun memberikan pinjaman motornya yang di dalam jok motornya terdapat dompet yang berisi STNK motor tersebut, KTP, kartu ATM BCA dan sejumlah uang.
Dengan santai pelaku mengendarai motor korban. Sedangkan korban menunggu di rumah tersebut.
Setelah menunggu lama, korban akhirnya menanyakan pelaku ke warga. Rupanya warga tidak ada yang mengenalnya. Bahkan tidak mengenal pelaku. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin