BANGIL, Radar Bromo - Teka-teki pencatutan nama pejabat Satpol PP Kabupaten Pasuruan saat giat preventif di lokalisasi terselubung Purwosari akhirnya benderang.
Setelah sempat memicu tanda tanya besar, sosok berinisial "Wn" yang disebut-sebut oleh pengelola prostitusi itu dipastikan bukan berasal dari internal Korps Penegak Perda.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengaku sudah melakukan penelusuran pascainsiden gertakan dan pencatutan nama tersebut.
Hasil klarifikasi dari berbagai pihak di lapangan mengungkap fakta yang cukup mengejutkan sekaligus melegakan institusinya.
"Kami sudah telusuri dan klarifikasi ke beberapa pihak terkait inisial Wn yang disebut-sebut pengelola saat kami beri imbauan kemarin. Ternyata, itu adalah suami dari mucikari itu sendiri," ungkap Suyono, Rabu (18/2).
Fakta ini sekaligus mematahkan spekulasi adanya "main mata" atau bekingan dari oknum pejabat Satpol PP yang sempat terlontar dari mulut mucikari saat petugas datang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat petugas memberikan imbauan tutup selama Ramadan, seorang pengelola sempat protes dan menyebut nama "Wn" seolah-olah memiliki hubungan koordinasi khusus dengan petugas.
Suyono menegaskan, setelah ditelusuri, klaim tersebut terbukti hanya isapan jempol belaka.
"Ini menjadi bukti bahwa kami bekerja secara profesional dan transparan. Tidak ada komunikasi di bawah tangan dengan pengelola prostitusi. Semua tindakan kami dasarnya adalah Perda Nomor 2 Tahun 2017," tegasnya.
Kendati demikian, ia memastikan tidak akan mengendurkan pengawasan. Justru, pengawasan akan semakin diperketat guna memastikan kesucian bulan Ramadan tetap terjaga. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto