Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Update Razia Prostitusi Terselubung di Purwosari Pasuruan: Teka-teki Kabid Satpol PP Inisial Wn Terjawab, Ternyata Ini

Muhamad Busthomi • Rabu, 18 Februari 2026 | 22:50 WIB
DEMI KETENANGAN RAMADAN: Razia Satpol PP di kawasan Purwosari yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi terselubung.
DEMI KETENANGAN RAMADAN: Razia Satpol PP di kawasan Purwosari yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi terselubung.

BANGIL, Radar Bromo - Teka-teki pencatutan nama pejabat Satpol PP Kabupaten Pasuruan saat giat preventif di lokalisasi terselubung Purwosari akhirnya benderang.

Setelah sempat memicu tanda tanya besar, sosok berinisial "Wn" yang disebut-sebut oleh pengelola prostitusi itu dipastikan bukan berasal dari internal Korps Penegak Perda.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengaku sudah melakukan penelusuran pascainsiden gertakan dan pencatutan nama tersebut.

Hasil klarifikasi dari berbagai pihak di lapangan mengungkap fakta yang cukup mengejutkan sekaligus melegakan institusinya.

"Kami sudah telusuri dan klarifikasi ke beberapa pihak terkait inisial Wn yang disebut-sebut pengelola saat kami beri imbauan kemarin. Ternyata, itu adalah suami dari mucikari itu sendiri," ungkap Suyono, Rabu (18/2).

DEMI KETENANGAN RAMADAN: Razia Satpol PP di kawasan Purwosari yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi terselubung.
DEMI KETENANGAN RAMADAN: Razia Satpol PP di kawasan Purwosari yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi terselubung.

Fakta ini sekaligus mematahkan spekulasi adanya "main mata" atau bekingan dari oknum pejabat Satpol PP yang sempat terlontar dari mulut mucikari saat petugas datang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat petugas memberikan imbauan tutup selama Ramadan, seorang pengelola sempat protes dan menyebut nama "Wn" seolah-olah memiliki hubungan koordinasi khusus dengan petugas.

Suyono menegaskan, setelah ditelusuri, klaim tersebut terbukti hanya isapan jempol belaka.

"Ini menjadi bukti bahwa kami bekerja secara profesional dan transparan. Tidak ada komunikasi di bawah tangan dengan pengelola prostitusi. Semua tindakan kami dasarnya adalah Perda Nomor 2 Tahun 2017," tegasnya.

Kendati demikian, ia memastikan tidak akan mengendurkan pengawasan. Justru, pengawasan akan semakin diperketat guna memastikan kesucian bulan Ramadan tetap terjaga. (tom/fun)

Editor : Fandi Armanto
#pasuruan #satpol pp #purwosari #prostitusi #razia #Kabid #PSK