PASURUAN, Radar Bromo - Adanya wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah daerah, tidak berdampak di Kota Pasuruan.
Permintaan pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan, Kota Pasuruan tetap tinggi. Rata-rata, mencapai 10 ekor per harinya.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut jasa RPH tetap diminati.
Justru permintaan tinggi dibandingkan akhir tahun lalu. Jika dirata-rata bisa ada 10 permintaan per harinya.
"Permintaan di RPH sejak Januari cukup tinggi. Antara sembilan sampai 10 permintaan setiap harinya," jelasnya.
Ayik-sapaannya menyebut, kondisi ini bisa jadi karena memang kualitas pemotongan di RPH telah terstandar.
Selain itu, virus PMK di Kota Pasuruan masih nihil. Pihaknya juga menjaga kualitas dengan kebersihan dan pelayanan baik.
Sejauh ini belum ada sapi yang diminta untuk dipotong di RPH yang terjangkit PMK.
Tentu pemkot berharap wabah PMK tidak terjadi di Kota Pasuruan. Masyarakat juga diminta untuk selalu waspada.
"Di Kota Pasuruan sejauh ini belum ada temuan virus PMK. Masih nihil. Insyaallah tetap aman," tukas Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin