Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hore... Selain Becak, Ada Angkutan Wisata yang Bisa Jadi Alternatif Peziarah di Kota Pasuruan

Fahrizal Firmani • Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:45 WIB
ALTERNATIF: Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo saat menyapa warga yang naik angkutan wisata di terminal wisata.
ALTERNATIF: Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo saat menyapa warga yang naik angkutan wisata di terminal wisata.

PASURUAN, Radar Bromo - Masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk berziarah ke makam Kiai Abdul Hamid.

Tidak harus menunggu becak wisata, mereka juga bisa memilih angkutan wisata. Ada 22 angkutan kota yang siap melayani rute menuju alun-alun kota.

Seperti becak wisata, puluhan angkutan wisata ini setiap harinya, ngetem di terminal wisata.

Peziarah yang datang dari luar kota atau masyarakat yang ingin menuju makam Kiai Hamid bisa memilih angkutan atau becak wisata untuk berziarah.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menyebut angkutan wisata bisa menjadi solusi bagi angkot yang semakin hari semakin sepi.

Alih-alih menambah armada angkutan baru bagi wisata, lebih ideal dengan memanfaatkan transportasi yang sudah tersedia di kota.

"Daripada membeli bus seperti di daerah lain, lebih baik memanfaatkan yang ada. Agar angkot bisa kembali hidup," kata Mas Adi-sapaannya.

Tentunya pemanfaatan angkot tidak berhenti sebatas angkutan wisata. Sebab pemanfaatan angkutan wisata terbatas.

Bertahap, angkot diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai angkutan bagi pelajar. Apalagi pihaknya sering melihat siswa mengendarai motor.

"Saya sering melihat pelajar naik motor. Padahal belum cukup umur. Belum waktunya punya SIM. Harapannya, pelajar memilih angkot. Lebih aman," sebutnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishun) Kota Pasuruan, Andriyanto menuturkan angkutan wisata ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang hendak berziarah.

Sebab jumlah becak wisata terbatas. Padahal seringkali dalam satu waktu, bisa ada peziarah hingga lima bus.

Jumlah peziarah ini tidak sebanding dengan becak wisata. Sehingga terkadang becak terburu-buru untuk segera mengangkut peziarah lainnya.

Dan ini tentu membahayakan. Dengan angkutan wisata ini, maka seluruh peziarah bisa terakomodir. Sebanyak 22 angkutan ini, adalah angkot yang melewati alun-alun.

"Peziarah jadi punya pilihan. Bisa naik becak wisata atau angkutan wisata. Mereka adalah trayek D1, D3, A1 dan A3," kata Andri-sapaannya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #becak #angkot #transportasi #wisata #peziarah