Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kilang Mini LNG di Pasuruan Jadi yang Pertama di Jawa, Investasi Capai Rp 247 M

Muhamad Busthomi • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:15 WIB
TINJAU KILANG MINI: Wamen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung didampingi Wabup  Pasuruan M. Shobih Asrori meninjau beroperasinya Kilang LNG di kawasan PIER, (11/2).
TINJAU KILANG MINI: Wamen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung didampingi Wabup Pasuruan M. Shobih Asrori meninjau beroperasinya Kilang LNG di kawasan PIER, (11/2).

BANGIL, Radar Bromo– Kabupaten Pasuruan kini punya kilang pengolahan gas alam cair yaitu kilang mini liquefied natural gas (LNG). Kilang ini bahkan yang pertama beroperasi di Pulau Jawa.

Fasilitas BUMN itu berlokasi di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Proyek yang menelan investasi sebesar Rp 247 miliar ini berdiri di atas lahan seluas satu hektare.

Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, kilang LNG itu dirancang untuk mencairkan gas bumi menjadi LNG.

Sehingga, lebih mudah didistribusikan ke wilayah yang tidak terjangkau pipa transmisi.

Menurutnya, kilang mini ini dibangun sebagai bagian dari upaya optimalisasi gas domestik. Sekaligus mengurangi ketergantungan industri pada jaringan pipa gas statis.

Yuliot mengatakan, selama ini distribusi gas kerap terbentur infrastruktur pipa yang kaku.

Dengan dikonversi menjadi bentuk cair, jangkauan pasokan untuk sektor industri dan pembangkit listrik bisa lebih fleksibel.

“Ini langkah nyata pemanfaatan gas produksi dalam negeri untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan kegiatan ekonomi lainnya secara lebih luas,” terang Yuliot.

Yuliot sendiri berkesempatan mengunjungi, sekaligus meresmikan kilang mini LNG itu, Rabu (11/02) di kawasan PIER. Dia didampingi sejumlah pejabat, termasuk Wabup Pasuruan M. Shobih Asrori.

Nantinya, pasokan gas kilang ini berasal dari Wilayah Kerja Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited. Kapasitas produksinya dipatok di angka 20 ton per hari atau setara hampir 7.000 ton per tahun.

Yuliot juga menyoroti tingkat komponen dalam negeri (TKDN) proyek ini yang diklaim mencapai 86 persen. Jauh melampaui standar nasional di angka 30-40 persen.

“Ini kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan asal Argentina,” tambahnya.

Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas Wira Rahardja menjelaskan, kilang ini mampu memproduksi LNG dalam waktu hanya lima menit sejak dioperasikan.

“Saat ini ada tiga mesin yang berjalan dan rencananya akan ditambah menjadi lima unit dengan target kapasitas 2.500 ton per bulan,” jelas Wira. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#PIER #industri #pasuruan #kilang #gas bumi #jawa #jaringan pipa #lng #investasi #wamen esdm