PASURUAN, Radar Bromo - Program sekolah rakyat (SR) dinilai mampu menjadi solusi penanganan gizi buruk.
Selama enam bulan berjalan, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 28 Pasuruan, diklaim mengalami kenaikan signifikan dalam berat badan (BB) dan tinggi badan (TB).
Kepala SRMP 28 Pasuruan, Yuli Prihatini menuturkan pihaknya rutin menjaga kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh siswa SRMP 28.
Mereka memperoleh makan tiga kali dalam sehari. Yakni pagi sebelum masuk kelas, setelah Dzuhur pada jam istirahat dan sore hari sebelum Magrib.
Hasilnya, TB dan BB meningkat cukup signifikan. Dalam pengkuran yang dilakukan sekolah pada Januari, rata-rata, setiap siswa mengalami kenaikan BB antara satu hingga enam kilo. Sementara TB mereka melonjak antara satu hingga enam sentimeter.
"Ini membuktikan SR bisa menjadi solusi penanganan kemiskinan hingga gizi buruk. Makan dan minum siswa terjamin," katanya.
Yuli menyebut siswa juga diberi makanan tambahan berupa snack atau makanan ringan pada malam hari.
Di luar itu, siswa juga diajak berolahraga dan hidup mandiri. Mereka bertanggung jawab pada pakaian masing-masing. Mulai dari mencuci hingga menyetrika dilakukan oleh siswa sendiri.
Tidak jarang, siswa yang mengaku dulunya hanya bisa makan dua kali karena keterbatasan ekonomi.
Namun saat ini, karena sudah menjadi siswa SR, mereka bisa tumbuh menjadi siswa yang sehat. Sebab, makan dan gizi mereka selama sehari hari terjamin.
"Makan mereka ditanggung negara. Siswa SR tumbuh menjadi anak yang sehat, mandiri dan aktif serta percaya diri," jelas Yuli. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin