PASURUAN, Radar Bromo-Rencana Pemkot Pasuruan membentuk tim sejarawan untuk mengembangkan cagar budaya di Kota Pasuruan, terus dimatangkan.
Dinas Pendidikan dan Pebudayaan (Dispendikbud) menargetkan tahun ini, tim sejarawan mulai bisa bekerja. Tinggal tunggu penetapan.
Kepala Dispendikbud kota Pasuruan, Lucky Danardono melalui Kabid Kebudayaan, Agus Budi Darmawan menyebut, pembentukan tim sejarahwan ini tetap merujuk pada tim ahli cagar budaya (TACB). Sehingga mereka yang masuk dalam tim memang memiliki kompetensi.
Tim ini berjumlah antara enam sampai delapan orang. Terdiri dari budayawan, dan yang memahami sejarah Pasuruan.
Pembentukan menunggu penetapan. Harapannya bisa segera bekerja setelah surat keputusan (SK) dari wali kota turun.
"Tim sejarawan dalam proses penetapan lewat SK. Begitu SK turun, mereka bisa langsung bekerja," sebut Agus.
Agus menyebut, ahli sejarah ini untuk menelusuri obyek yang dinilai layak masuk ke dalam obyek yang diduga cagar budaya (ODCB). Dan sebagai kota yang berumur cukup tua, mencapai lebih 300 tahun, potensi banyaknya ODCB yang belum teidentifikasi, tinggi. Seperti makam kuno dan makam tokoh penting.
Ini bisa dibuktikan dengan adanya tulisan ataupun literasi sebagai dasar sejarah tersebut.
Peran tim sejarawan ini untuk memudahkan pemkot mengidentifikasi obyek itu apa termasuk ODCB atau bukan. Jika termasuk ODCB maka bisa diusulkan menjadi obyek cagar budaya (OCB).
"Begitu SK turun, bisa mengidentifikasi bangunan atau obyek di setiap kecamatan. Mulai dari makam," tutur Agus. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid