Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Konflik Antar Nelayan, Pemkot Pasuruan Siapkan Ganti Rugi bagi Pemilik Perahu yang Terbakar

Fahrizal Firmani • Jumat, 6 Februari 2026 | 19:49 WIB

Petugas memantau sejumlah perahu neyalan yang alami kerusakan usai konflik antar nelayan.
Petugas memantau sejumlah perahu neyalan yang alami kerusakan usai konflik antar nelayan.
 

PASURUAN, Radar Bromo – Para pemilik perahu yang terbakar dalam insiden pembakaran perahu di pelabuhan Kota Pasuruan, kini tidak perlu risau.

Pemkot Pasuruan tengah menyiapkan ganti rugi bagi mereka. Saat ini, nilai kerugian akibat pembakaran 11 perahu itu tengah dihitung.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menuturkan, ada 11 perahu yang terbakar dalam peristiwa itu.

Sepuluh perahu milik nelayan Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan satu perahu milik warga Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Semuanya, menurut Mas Adi–panggilannya–akan diganti. Namun nilainya tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemkot.

Pemkot pun tidak akan melakukannya sendiri. Namun akan mengomunikasikan rencana ini dengan Pemkab Pasuruan.

Sebab, ada juga perahu milik nelayan Kabupaten Pasuruan yang terbakar dalam insiden itu.

"Kami carikan solusi terbaik demi membantu para nelayan. Mengingat perahu ini adalah alat mereka melaut. Kami akan menghitung sesuai dengan anggaran yang kami miliki," katanya.

Proses penghitungan akan melibatkan Kecamatan Panggungrejo dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan. Sehingga, diharapkan lebih akuran.

Namun yang terpenting, Wali Kota meminta agar masalah ini tidak berlanjut. Kedua pihak saling memaafkan.

Selain itu, nelayan kota harus siap berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan alat tangkap jaring trawl atau bahan peledak yang dilarang.

Tujuannya, demi menjaga ekosistem laut, juga memastikan semua nelayan melaut dengan aman.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Abdul Halim mengapreasi langkah pemkot.

Tentunya nelayan paham, ganti rugi bukan dengan mengganti perahu baru. Sebab, pemda bersifat membantu sesuai kerusakan yang dialami dalam pembakaran itu.

Halim pun menegaskan, pihaknya siap membantu penghitungan kerugian yang dialami nelayan jika memang diminta.

Namun sepengetahuannya, tim dari kecamatan sudah menanyakan harga perahu dan kerusakan tiap perahu akibat insiden pembakaran itu.

"Kami siap membantu jika dilibatkan. Tentunya kami akan menjawab dan membantu sesuai yang kami ketahui," sebut Halim. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#perahu #pasuruan #panggungrejo #kraton #terbakar #konflik nelayan