PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Insiden pembakaran perahu nelayan di Pelabuhan Pasuruan dan desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, membuat aparat bersiaga.
Personel dari TNI dan Polri menjaga ketat Kawasan Pelabuhan Pasuruan hingga tengah malam. Aparat tak ingin kecolongan akan adanya aksi susulan dari kubu nelayan yang berkonflik.
Ini terpantau saat radarbromo.jawapos.com ke lokasi sekitar pukul 23.30. Nampak personel kepolisian berjaga di pintu masuk kawasan Pelabuhan Pasuruan.
Begitu juga di persimpangan jalan menuju Pelabuhan. Terlihat aparat TNI dengan seragam loreng berjaga. Setiap pengendara yang melintas bahkan ditanya hendak ke mana.
Namun bagi warga sekitar, akses untuk keluar dan masuk tidak ada halangan. Kesiagaan aparat lantaran tak ingin ada aksi susulan.
“Kami diminta berjaga di Pelabuhan setelah kejadian tadi (Rabu malam, red). Sampai situasi tenang,” beber salah satu personel TNI yang berjaga di simpang tiga menuju Jalan Hangtuah dan Jalan Martadinata.
Bukan hanya di simpang jalan. Aparat juga terlihat di sepanjang dermaga Pelabuhan. Ada yang mengenakan pakaian seragam maupun pakaian preman.
Warga sekitar Pelabuhan Pasuruan pun turut senang dengan keberadaan aparat. Sebab mereka khawatir akan adanya aksi susulan dari dua kubu.
Bukan hanya di Kawasan Pelabuhan Pasuruan. Aparat juga nampak patroli di sekitar Ngemplakrejo, Panggungrejo, Kota Pasuruan dan Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Dua wilayah ini memang berbatasan dan masyarakat di dua wilayah ini mayoritas bekerja di perairan.
“Kami hanya khawatir ada aksi susulan. Setidaknya dengan keberadaan aparat yang sigap, maka oang yang tak bertanggung jawab akan mikir dua kali jika ingin berbuat yang tidak kami inginkan,” kata Mat, salah satu warga yang ditemui di Pelabuhan Pasuruan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa saja dampak dan kerugian setelah insiden terbakarnya lima perahu.
Hanya saja untuk menyelesaikan konflik, aparat keamanan dan pemerintah hingga anggota DPRD serta sejumlah tokoh, berupaya menyelesaikan konflik ini agar tak makin melebar dan berkepanjangan. (fun)
Editor : Fandi Armanto