Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lima Perahu Nelayan di Pelabuhan Pasuruan Hangus Terbakar, Dipicu Konflik Penggunaan Alat Tangkap Ikan

Mokhamad Zubaidillah • Rabu, 4 Februari 2026 | 22:41 WIB
MEMBARA: Perahu nelayan yang terbakar di kawasan Pelabuhan Pasuruan, Rabu (4/2) malam.
MEMBARA: Perahu nelayan yang terbakar di kawasan Pelabuhan Pasuruan, Rabu (4/2) malam.

PANGGUNGREJO , Radar Bromo - Suasana Pelabuhan Pasuruan memanas, Rabu (4/2) malam. Ini lantaran terjadi konflik antarkelompok nelayan.

Akibatnya, sedikitnya lima unit perahu yang parkir di Pelabuhan Pasuruan di tepi pesisir Desa Kalirejo, hangus dilalap si jago merah.

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com di lokasi kejadian, ketegangan ini melibatkan nelayan dari Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, dengan nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan.

Insiden pembakaran perahu tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Dusun Kisik dan area parkir Pelabuhan Pasuruan.

Kabarnya, kebakaran kapal ini pemicunya lantaran perselisihan terkait penggunaan alat tangkap ikan.

​Menurut keterangan warga, kejadian ini bermula sekira pukul 16.00 di perairan Katingan, Sidoarjo.

Saat itu sebuah perahu jaring trawl milik nelayan Ngemplakrejo dianggap beroperasi terlalu ke pinggir.

Hal ini memicu protes dari nelayan asal Dusun Kisik hingga terjadi cekcok mulut di tengah laut.

Perahu yang diinformasikan jenis trawl tersebut beserta enam ABK-nya kemudian dipaksa bersandar ke Dusun Kisik, yang berakhir dengan pembakaran perahu oleh warga setempat.

Insiden ini tak bisa dihindari meskipun sempat ada upaya mediasi dari tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

​Aksi pembakaran di Dusun Kisik memicu reaksi balasan cepat dari warga Ngemplakrejo yang tidak terima.

Sekitar pukul 20.00, warga nelayan Ngemplakrejo di kawasan Pelabuhan Pasuruan mengamuk.

Mereka kemudian membakar empat unit perahu tradisional yang sedang bersandar di area parkir.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa perahu-perahu tersebut milik warga Kisik, Kalirejo.

BERJAGA: Nampak apparat dari TNI dan Polri di lokasi kebakaran.
BERJAGA: Nampak apparat dari TNI dan Polri di lokasi kebakaran.

Kobaran api yang terus membesar malam itu sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga yang tinggal di sekitar pelabuhan.

"Awalnya memang ada konflik, tapi sudah ada mediasi. Tapi ngga tahu kok tiba-tiba ada pembakaran ini tadi," ungkap Abdul Halim, warga Kelurahan Ngemplakrejo.

​Guna mengendalikan situasi, aparat gabungan dari Polres Pasuruan Kota dan TNI Kodim 0819 diterjunkan untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi kejadian.

Petugas segera mensterilkan akses jalan utama yang menghubungkan wilayah Ngemplakrejo dengan Desa Kalirejo.

Ini dimaksudkan guna memutus mobilisasi warga dan mencegah penyerangan susulan. Dua unit mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memastikan api tidak merembet ke permukiman penduduk di sekitar dermaga.

​Hingga saat ini, situasi di perbatasan kedua wilayah dilaporkan mulai kondusif, namun tetap dalam pengawasan intensif aparat keamanan.

Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran serta mendata total kerugian materiil.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian sengketa alat tangkap ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan Polairud. (ube/fun)

Editor : Fandi Armanto
#kodim 0819 #pelabuhan pasuruan #polres pasuruan kota #konflik nelayan #alat tangkap ikan