PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah tempat pembuangan sampah dengan prinsip reduce, reuse dan recycle (TPS-3R) di Kota Pasuruan, belum ideal.
Saat ini, baru ada 14 TPS 3R. Diharapkan, jumlah TPS 3R di Kota Pasuruan bisa bertambah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Petamanan (DLHKP) Kota Pasuruan, Samsul Rizal mengungkapkan ada 14 TPS-3R.
Yakni, di Kelurahan Tembokrejo, Bukir, Karanganyar, Purutrejo, dan Krampyangan. Lalu di Bugullor, Blandongan, Randusari, Karangketug dan Sebani.
Masing-masing ada satu TPS-3R di kelurahan tersebut. Serta dua TPS-3R di Gadingrejo.
Dan tahun lalu, DLHKP menambah dua TPS 3R di Kelurahan Pohjentrek dan Wirogunan.
Keberadaan TPS-3R dinilai bermanfaat. Bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sampah yang bisa didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna, langsung dipilah. Harapannya, TPS 3R ini bisa bertambah di setiap kelurahan.
"Keberadaan TPS 3R ini sangat bermanfaat. Karena, sampah rumah tangga tidak langsung dibawa ke TPA," katanya.
Rizal-sapaannya-menyebut tahun ini, tidak ada tambahan TPS 3R yang dibangun pemkot.
Sebab anggaran yang dimiliki oleh DLHKP terbatas dampak dari pemotongan dana tranfer ke daerah (TKD) oleh pusat.
Sehingga proyek fisik sementara dihentikan. Karena itu jumlah TPS 3R dipastikan tetap sampai tahun depan.
Selain memaksimalkan keberadaan TPS 3R, pihaknya juga meningkatkan peran bank sampah di tingkat RW dan keberadaan 224 kader lingkungan yang tersebar di 34 kelurahan di empat kecamatan.
Sehingga, jumlah sampah yang masuk ke TPA Blandongan, bisa tereduksi.
"Tahun ini tidak ada tambahan TPS 3R. Kami maksimalkan keberadaan TPS 3R yang ada saat ini," jelas Rizal. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin