MAYANGAN, Radar Bromoo-Niat nenek Sumarmi, 61 berendam air laut di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) dekat area wisata Kumkum Mayangan, Kota Probolinggo berujung tragedi.
Perempuan lanjut usia (lansia) asal Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu meninggal dunia usai tenggelam.
Insiden memilukan itu terjadi Minggu pagi (1/2) sekitar pukul 09.00.
Komandan Pos Keamanan Laut Terpadu (Danposkamladu) Mayangan, Letda Laut (P) Aditya Arief P mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari warga yang datang langsung ke kantor sekitar untuk meminta bantuan medis.
“Warga datang dalam kondisi panik dan meminta bantuan untuk menolong orang yang diduga tenggelam,” ujar Aditya.
Mendapat laporan tersebut, personel Pos Kamladu Mayangan bersama tim rescue gabungan segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Saat itu, kebetulan tim gabungan juga berada di lokasi, karena tengah melakukan pencarian terhadap nelayan asal Gili Ketapang yang dilaporkan hilang.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), korban diketahui telah lebih dulu dievakuasi oleh warga.
“Saat kami tiba, korban sudah diangkat ke darat oleh warga,” katanya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban datang ke area Kum-kum bersama suaminya, Hasan Syukur, 65.
Keduanya berniat berendam air laut. Korban selama ini diketahui merupakan penderita stroke.
“Suaminya sempat naik ke darat untuk mencari minum, sementara korban ditinggal sendirian di dalam air laut. Tidak lama kemudian, korban terlihat mengambang dan tidak bergerak,” jelas Aditya.
Mengetahui hal tersebut, warga segera mengangkat korban ke darat dan membaringkannya di salah satu gazebo di area kum-kum.
Pertolongan pertama langsung diberikan sambil menunggu bantuan medis. Selang sekitar dua menit, ambulans tiba di lokasi kejadian.
Kondisi korban saat itu masih lemas. Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Mohammad Saleh, Kota Probolinggo.
Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong. “Diduga korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi