Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puluhan Lurah di Kota Pasuruan Dilukir, Begini Alasan Wali Kota Mas Adi

Fahrizal Firmani • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:06 WIB
DIMUTASI: Puluhan ASN Pemkot Pasuruan dengan jabatan administrator dan pengawas dimutasi. Di antaranya, ada 22 lurah.
DIMUTASI: Puluhan ASN Pemkot Pasuruan dengan jabatan administrator dan pengawas dimutasi. Di antaranya, ada 22 lurah.

PASURUAN, Radar Bromo- Sejumlah 55 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pasuruan, dilukir. Mayoritas lurah, total ada 22 orang. Kamis (29/1), pengangkatan jabatan administrator dan pengawas ini dilaksanakan di Gedung Kesenian Dharmoyudo Kota Pasuruan.

Dari puluhan lurah yang dimutasi, di antaranya ada Lurah Krapyakrejo Alifah Nurma. Ia dipindah menjadi Lurah Gentong.

Lurah Krapyakrejo dijabat oleh Bayu Wika Permana. Sebelumnya, Bayu merupakan Pengawas Perdagangan Ahli Muda.

Ada juga Lurah Gentong Murtadho. Ia dilukir menjadi kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora). Lurah Kebonsari Mulyono, juga diberi tanggung jawab baru menjadi kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Kursi camat Gadingrejo yang sebelumnya diisi pelaksana tugas (plt), kini diisi pejabat definitif. Dicky Yudho Asmoro yang sebelumnya menjadi plt, diangkat menjadi pejabat definitif.

Proses pengambilan sumpah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo beserta wakilnya, Mohammad Nawawi. Ada juga Sekretaris Daerah Pemkot Pasuruan Rudiyanto serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Adi Wibowo mengatakan, kebijakan mutasi atau rotasi jabatan merupakan hal yang umum dilakukan dalam organisasi sebagai proses pengembangan karir. Tentunya, mereka yang ingin menjadi pimpinan seperti kepala dinas atau camat, harus melalui mekanisme ini.

“Mungkin sebagian ada yang bermimpi menjadi kepala dinas atau ingin camat, nah proses ini harus dilalui. Tidak bisa langsung menjadi pimpinan," jelasnya.

Adi meminta lurah melakukan pelayanan masyarakat secara maksimal. Tidak hanya melayani sebagai jam kerja, namun juga turut membangun wilayahnya selama 24 jam saat masyarakat membutuhkan. Salah satunya dengan melibatkan peran pemuda melalui Karang Taruna.

“Lurah tidak hanya melayani masyarakat pada jam kerja, tapi bisa berperan lebih dalam memajukan wilayahnya. Melibatkan pemuda sebagai agen perubahan,” ujarnya. (riz/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pemkot #mutasi #pasuruan #mas adi #lurah #Administrator #asn