PASURUAN, Radar Bromo - Hujan kerap mengguyur sejumlah daerah di Jawa Timur. Termasuk di Probolinggo dan Pasuruan. Tingginya intensitas juga sering memembawa bencana. Seperti banjir dan longsor.
BMKG memprediksi musim hujan tahun ini akan berakhir pada akhir Maret 2026. Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi mengatakan, saat ini wilayah Probolinggo-Pasuruan masih masuk musim hujan. Beberapa hari ke depan masih akan hujan.
“Itu bisa dipantau dari kondisi langit yang cenderung selalu membentuk awan hitam pekat dan tebal,” ujarnya.
Pihaknya memprediksi musim hujan akan berakhir pada akhir Maret. Pada waktu ini, musim hujan berganti secara transisi.
Adapun tanda-tanda pergantian musim dapat berupa perubahan suhu, kelembapan, angin, dan pola hujan.
Misalnya, pada musim pancaroba, perubahan suhu yang ekstrem, meningkatan kelembapan, perubahan cuaca yang cepat, peningkatan angin, perubahan pola hujan.
Serta, hujan yang terjadi pada sore hingga menjelang malam dan hujan yang didahului udara hangat dan terik pada pagi hingga siang.
“Itu tanda-tanda musim pancaroba,” jelasnya.
Tanda-tanda pergantian ke musim hujan, suhu yang lebih rendah pada siang hari, kelembapan yang meningkat, awan gelap yang mulai muncul, peningkatan angin kencang, angin monsun asia atau angin daratan. Massa udara basah, curah hujan meningkat dan pertumbuhan awan hujan.
Pergantian dari musim hujan ke musim kemarau, kata Rendy, salah satunya ditandai dengan bergugurannya dedaunan.
Perubahan musim juga dapat disebabkan pola angin. Di Indonesia, pola angin yang digunakan ada dua. Yakni, muson timur dan muson barat.
“Tanda-tanda berakhirnya musim hujan ditandai daun-daun mulai berjatuhan karena angin,” jelasnya. (zen/rud)
Editor : Fahreza Nuraga