LEKOK, Radar Bromo-Muhammad, 30, mengalami hal menegangkan saat melaut Kamis (22/1) dini hari. Saat menguras air di kapal, nelayan asal Dusun Paras Gempal, Desa Jatirejo, Lekok, Kabupaten Pasuruan, itu tiba-tiba pusing.
Muhammad lalu jatuh ke laut dan tubuhnya terbawa ombak laut yang besar.
Kala itu cuaca di laut memang sedang ekstrem. Angin kencang berembus di pesisir Desa Jatirejo, menimbulkan ombak besar.
Sekitar pukul 24.00, Muhammad sedang menguras air yang masuk ke kapalnya. Tiba-tiba ombak menghantam kapalnya. Muhammad langsung pusing, dia pun jatuh ke laut.
Tubuhnya lemas dan tidak bisa bergerak. Tanpa ampun, tubuh korban terseret gelombang tinggi ke tengah laut.
Untungnya, di sekitarnya, sejumlah nelayan sedang beraktivitas di kapal masing-masing.
Melihat korban terseret ke tengah laut, para nelayan itu spontan berusaha menyelamatkan korban.
Mereka langsung menceburkan diri ke laut dan berenang mengejar korban.
“Angin kencang. Antena warga kami banyak yang roboh. Dengan angin sekencang itu, ombak pasti besar,” kata Kades Jatirejo Ainul Yakin.
Beruntung, tubuh korban berhasil ditarik ke daratan menggunakan perahu. Saat itu juga, korban dipulangkan.
“Saat ini kondisinya baik-baik saja. Hanya saja waktu itu, informasinya, dia (korban) sedang pusing,” sampainya.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno membenarkan kejadian itu. Pihaknya mengimbau agar nelayan tidak melaut saat cuaca ekstrem. Termasuk, tidak beraktivitas di laut.
Dia juga mengimbau warga membawa alat kesalamatan saat melaut. Seperti life jacket. Sehingga bisa digunakan saat dibutuhkan sewaktu-waktu.
“Kondisi Pak Muhammad sekarang sudah baik. Namun hal ini menjadi atensi kami untuk mencegah laka air di wilayah hukum kami,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi