PASURUAN, Radar Bromo - Wajah sejumlah trotoar di Kota Pasuruan dipastikan tidak berubah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak melakukan revitalisasi pada jalur pedestrian itu. Pemkot hanya melakukan pemeliharaan berkala.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menuturkan tahun ini tidak ada revitalisasi trotoar.
Pihaknya hanya fokus memelihara trotoar yang ada. Sebab anggaran PUPR terbatas. Sehingga fisik yang tidak terlalu penting ditunda.
Ia mengakui, beberapa trotoar perlu pembenahan. Seperti di Jalan Wahidin, Jalan Sunan Ampel dan Jalan Sultan Agung.
Tujuannya, agar trotoar lebih ramah dengan pejalan kaki. Trotoar di tempat ini, masih cukup tinggi dibandingkan jalan utama.
Ke depannya, trotoar tersebut akan direvitalisasi seperti trotoar di Jalan Pattimura atau di Jalan Pahlawan.
Trotoar di kedua ruas jalan ini dibuat rendah. Tidak jauh berbeda dengan jalan sekitar. Sehingga membuat pedestrian nyaman saat menggunakannya.
"Ke depan tentu akan direhab. Bertahap sesuai kebutuhan. Inginnya dibuat ramah pedestrian seperti di beberapa titik," katanya.
Gustap menuturkan pihaknya tetap melakukan pemeliharaan secara berkala. Saat ada trotoar yang rusak atau ambles akan diperbaiki sesuai fungsi semula.
Anggarannya menjadi satu dengan pemeliharan jalan dan jembatan. Sebesar Rp 1,5 miliar.
"Paling banyak untuk pembayaran honor Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paro waktu. Sisanya untuk bahan material," jelas Gustap. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin