Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wah... Umur Harapan Hidup Masyarakat Kota Pasuruan Capai 75,19 Tahun

Fahrizal Firmani • Minggu, 18 Januari 2026 | 13:05 WIB
Ilustrasi harapan hidup.
Ilustrasi harapan hidup.

PASURUAN, Radar Bromo - Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Kota Pasuruan terus meningkat.

Masyarakat Kota Pasuruan yang lahir pada 2025 memiliki UHH yang mencapai 75,19 tahun. Angka ini naik 0,33 tahun dibanding sebelumnya.

Pada 2024, UHH Kota Pasuruan sebesar 74,86 tahun. Artinya, UHH Kota Pasuruan pada 2025 naik sebesar 0,44 persen dibanding UHH 2024.

Dan selama lima tahun terakhir sejak 2021, UHH di Kota Pasuruan selalu mengalami peningkatan.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji menuturkan UHH mempresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat.

Dan angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2021 sampai 2025, UHH telah meningkat 1,07 tahun.

Pada 2021, UHH di Kota Pasuruan sebesar 74,12 tahun. Lalu pada 2022 naik menjadi 74,38 tahun.

Dan pada 2023, UHH kembali naik menjadi 74,64 tahun. Kemudian pada 2024, UHH mencapai 74,86. Sedangkan tahun 2025 kembali mengalami kenaikan menjadi 75,19 tahun.

"Ada kenaikan hingga 1,07 tahun sejak 2021. Artinya rata-rata dalam setahun, tumbuh 0,3 persen. Dan tahun 2025, UHH tumbuh 0,44 persen," katanya.

Imam menjelaskan, penyebab tinggi rendahnya UHH ini dipengaruhi kematian bayi pada suatu daerah.

Semakin banyak bayi yang dilahirkan dengan selamat, maka UHH menjadi semakin tinggi.

Semakin banyak yang meninggal sebelum dilahirkan maka UHH bisa semakin rendah.

"Naiknya UHH berarti bayi yang terlahir selamat semakin banyak. Ini menunjukkan kesehatan ibu dan bayi juga semakin baik," imbuh Imam.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Pasuruan, dr Shierly Marlena menyebut penyebab kematian bayi beragam.

Seperti infelso pada masa kehamilan, lahir prematur, lilitan tali pusar hingga kelainan bawaan.

Untuk mencegah kondisi ini, ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.

"Ada pemberian gizi dari Puskesmas. Dinkes rutin memberi imbauan agar ibu hamil rutin memeriksa kandungan, agar kondisi bayi terpantau," tutur Shierly. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #masyarakat #harapan hidup #umur