Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tega Benar, Tabungan Uang Koin Lansia di Pasuruan Amblas Digondol, 2 Pelaku Wanita Pakaian Necis Nyaru Jadi Pembeli

Mokhamad Zubaidillah • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:41 WIB
APES: Nenek Tumini saat memperlihatkan lokasi lemari tempat ia menyimpan uang koin tabungannya. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
APES: Nenek Tumini saat memperlihatkan lokasi lemari tempat ia menyimpan uang koin tabungannya. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PURWOREJO, Radar Bromo - ​Nasib malang menimpa Tumini. Niat nenek lanjut usia (lansia) berusia 77 tahun asal Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan menggelar selamatan seribu hari meninggalnya anaknya terganggu.

Itu setelah tabungan koin miliknya yang disimpan dalam lemari, dicuri dua wanita yang nyaru jadi pembeli toko kelontongnya.

Aksi pencurian itu bermula saat dua orang perempuan tidak dikenal mendatangi toko kecilnya di Jalan Kartini, sekitar jam 10.30 WIB.

Dengan dalih ingin bertamu dan menanyakan kabar dagangan korban, salah satu pelaku kemudian berpura-pura izin ke kamar mandi. Sementara Tumini sibuk melayani rekan pelaku lain.

Saat Tumini sibuk melayani pembeli itulah, pelaku yang ke belakang mulai melancarkan aksinya. Lemari pakaian yang berada tak jauh dari ruang toko dicongkel.

Pelaku kemudian mengambil dua wadah kaleng (blek) yang berisi penuh uang koin pecahan seribu dan lima ratus rupiah.

"Satu orang izin mau ke kamar mandi. Satunya lagi duduk di sini tanya-tanya terus mau beli ini itu, gitu. Kemungkinan saat itulah orang yang ke belakang tadi itu mencuri uang saya yang ada di lemari,” cerita Tumini dengan mata berkaca-kaca.

“Saya nggak bisa melihatnya, soalnya lemari itu juga ketutup selambu ini," ungkap Tumini.

Tumini mengaku, ia tidak menyadari aksi tersebut karena fokus melayani pembeli lainnya di dalam toko.

Korban baru menyadari tabungannya raib setelah para pelaku pergi meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

"Baru sadar waktu lemarinya kok kebuka sedikit. Setelah tak periksa, dua blek berisi uang (tabungan) milik saya sudah tidak ada," imbuhnya sambil menitikkan air mata.

​Diperkirakan, jumlah uang koin menurutnya yang hilang mencapai lebih 7 juta rupiah.

Uang tersebut telah dikumpulkan korban sedikit demi sedikit dari hasil berjualan toko kelontong selama dua tahun terakhir. Rencananya uang itu akan digunakan untuk biaya selamatan dan doa 1000 hari anaknya yang tiada.

Kedatangan dua orang perempuan itu ternyata diketahui pula oleh salah satu pedagang bakso yang berjualan di depan toko kelontong korban.

Tekad (57), pedagang bakso, mengaku tahu saat dua perempuan itu mendatangi tokonya Tumini. Namun ia mengira kedua perempuan tersebut adalah pegawai bank.

Asumsi sang tukang bakso itu tak berlebihan. Lantaran kedua pelaku berpakaian rapi dan berpenampilan menarik.

Selain itu, Tekad menduga kemungkinan keduanya hendak meminta keterangan terkait bantuan bedah rumah yang pernah diceritakan Tumini kepadanya beberapa waktu lalu.

"Dua perempuan itu naik motor matik besar. Mereka datang lalu parkir di depan toko dan langsung nyelonong masuk. Saya kira mereka pegawai bank. Lha wong pakaiannya rapi dan orangnya cantik. Pakai jilbab. Satunya agak gemuk satunya kurusan," terang Tekad.

Tumini juga menambahkan, pembeli satunya saat ke kamar mandi, keluarnya lama sekali. Ia menduga kalau pelaku sempat memindahkan uang dalam blek di sana.

Hal itu diketahui lantaran ia mendapati sejumlah pecahan uang logam seribuan tercecer di lantai kamar mandi.

Kini, Ibu lansia yang tinggal seorang diri ini hanya bisa pasrah meratapi nasib tabungannya yang hilang.

Kasus ini kini sudah dalam penanganan kepolisian setempat. Sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Purworejo juga telah mendatangi lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Purworejo, Iptu Hasanuddin, mengungkapkan telah menindaklanjuti kasus itu usai korban melakukan pelaporan. Pihaknya juga langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan korban dan saksi-saksi.

"Kasus ini masuk kategori pencurian ringan. Dan langsung kami tangani. Saat ini korban masih dimintai keterangan. Berikut juga para saksi," tukasnya.

Ia juga berpesan atas peristiwa ini setidaknya diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama lansia yang tinggal sendirian, agar lebih waspada terhadap tamu asing dengan gerak-gerik mencurigakan. (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #panggungrejo #uang koin #pencurian #bangilan #nenek #lansia #tabungan