PASURUAN, Radar Bromo - Kawasan Payung Madinah masih menjadi destinasi wisata favorit di Kota Pasuruan. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang.
Hingga awal Desember, ada 403.116 wisatawan yang datang ke Payung Madinah. Mayoritas wisatawan adalah wisatawan nusantara (wisnus).
Dari data kunjungan wisatawan yang dimiliki Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), hingga awal Desember 2025, total ada 1.641.780 wisatawan.
Dan 1.628.435 orang diantaranya adalah wisnus. Sementara sisanya 13.345 orang adalah wisawatan mancanegara (wisman).
Kepala Disparpora kota Pasuruan, Dyah Ermitasari melalui Sekretaris, Budi Santoso menyebut ada 50 titik wisata yang digulirkan oleh pemkot sepanjang 2025.
Dan yang menjadi magnet wisata di Kota Pasuruan adalah Payung Madinah. Jumlah pengunjungnya sebanyak 403.116 orang.
Menjadikannya wisata paling banyak dikunjungi. Artinya wisata ini menyumbang 24 persen lebih jumlah wisawatan di Kota Pasuruan.
Selain Payung Madinah, ada wisata Alun-Alun Kota Pasuruan dengan jumlah pengunjung sebanyak 358.748 wisatawan.
Dan wisata religi makam Kiai Abdul Hamid dengan kungungan 357.809 wisatawan.
"Ada tiga destinasi favorit yang paling sering menjadi jujukan. Yakni Payung Madinah, alun-alun dan makam Kiai Hamid. Tapi yang paling tinggi adalah Payung Madinah," katanya.
Budi merinci dari 403.116 wisatawan yang datang ke Payung Madinah, dua orang adalah wisman.
Sementara, sisanya adalah wisnus. Banyak masyarakat yang ingin berswafoto atau foto dengan keluarga di depan Payung Madinah.
Masyarakat tidak dipungut biaya untuk menikmati wisata yang berada di depan Masjid Agung Al Anwar Kota Pasuruan.
"Kalau dibandingkan tahun 2024, ada kenaikan wisatawan. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah wisatawan sebanyak 1.473.078 pengunjung," jelas Budi.
Beberapa waktu lalu, anggota Komisi II DPRD Kota pasuruan, Imam Joko meminta agar tingginya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan ini juga bisa berdampak pada perekonomian kota. Seperti retribusi parkir dan okupansi hotel meningkat.
"Tingginya kunjungan wisatawan ini baik artinya tujuan pembangunan berhasil. Tapi dampak lainnnya juga perlu diperhatikan," jelas politisi PKS ini. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin