PASURUAN, Radar Bromo - Volume sampah harian di Kota Pasuruan, stagnan. Tidak ada peningkatan.
Rata-rata per harinya, sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 105 ton.
Saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), angka ini juga tetap.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan, Samsul Rizal menyebut volume sampah yang masuk ke TPA sepanjang 2025 stagnan.
Berada di angka 90 sampai 110 ton per hari. Jika dirata-rata sebanyak 105 ton.
Volume sampah ini juga tidak mengalami perubahan saat Nataru lalu.
Meski libur Nataru ini bersamaan dengan libur sekolah yang berlangsung mulai 24 Desember sampai 4 Januari, namun tidak ada peningkatan volume sampah.
Kondisi ini bisa jadi disebabkan momen ini dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke luar kota.
"Volume sampah yang masuk ke TPA stagnan. Rata-rata per hari berkisar 105 ton. Walau saat momen libur akhir tahun dan sekolah, juga tidak berubah," katanya.
Rizal-sapaannya menyebut, mayoritas sampah didominasi oleh rumah tangga dan permukiman.
Kenaikan volume sampah hanya terjadi di momen tertentu. Seperti Ramadan atau peringatan Haul Kyai Abdul Hamid. Sebab saat momen tersebut, konsumsi masyarakat meningkat.
Banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan mengais rezeki. Di luar itu, volume sampah landai.
Volume sampah saat Ramadan cenderung naik. Ada kenaikan hingga 10 persen. Sebesar 109 ton per hari. Kondisi ini terjadi karena tingkat konsumsi masyarakat menanjak.
Begitu pula selama pelaksanaan Haul yang berlangsung 2 September dan 3 September lalu.
Sampah yang masuk ke TPA lebih tinggi dari sampah harian. Saat Haul, volume sampah mencapai 106,1 ton hingga 108,82 ton. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin