GRATI, Radar Bromo - Ribuan ikan milik petani keramba di Danau Ranu, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ditemukan mati mengambang.
Hal ini diduga, imbas fenomena alam tahunan yang dikenal warga setempat sebagai "Sapon".
Peristiwa ini berdampak pada puluhan petak keramba dan menyebabkan kerugian materiil hingga jutaan rupiah bagi para pembudidaya ikan.
Ketua Kelompok Tani Mina Makmur Desa Ranu Klindungan, Nur Hasbullah menyatakan fenomena ini merupakan insiden rutin yang hampir selalu terjadi setiap tahun di kawasan setempat.
"Sapon ini biasa terjadi setiap tahun,” ujar Nur Hasbullah, Rabu (14/1).
Nur menjelaskan penyebab teknis dari fenomena yang merugikan tersebut, karena faktor cuaca ekstrem. Gejalanya angin. Terlebih, angin di Danau Ranu ini, cenderung mengandung belerang.
Tak hanya di wilayahnya. Kondisi serupa, dimungkinkan juga terjadi hal serupa.
Sejumlah wilayah seperti Gratitunon dan Sumberdawesari juga dilaporkan terdampak fenomena yang sama.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan Wahid Setyantoro, menyebut peristiwa tersebut sebagai upwelling.
"Terjadi pengadukan dasar air danau, sehingga bahan organik seperti amonia naik semua dan menyebabkan ikan keracunan. Selain itu, kadar oksigen juga berkurang drastis," papar Wahid.
Wahid menambahkan fenomena ini sulit diprediksi secara akurat, karena sangat bergantung pada pergerakan arah angin. Pola sebarannya pun kerap berubah-ubah setiap tahunnya.
"Kami tidak bisa membaca secara tepat kapan fenomena ini bisa terjadi. Karena tergantung arah angin,” bebernya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin