Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengendara Betor Ayunkan Pecut ke Petugas saat Betor Dihalau Masuk ke Alun-alun Pasuruan

Fuad Alyzen • Selasa, 13 Januari 2026 | 10:25 WIB

 

MELAWAN: Personel Satpol PP saat mengamankan Ar yang mengancam petugas dengan pecut. Kanan, Ar setelah diamankan.
MELAWAN: Personel Satpol PP saat mengamankan Ar yang mengancam petugas dengan pecut. Kanan, Ar setelah diamankan.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Personel Satpol PP di Kota Pasuruan memang harus ekstra sabar saat bertugas. Bukan hanya saat menertibkan pedagang liar. Tapi juga saat melakukan penertiban kendaraan seperti becak bermotor (betor) yang masih kerap masuk ke area Alun-alun Pasuruan.

Belum lama ada insiden bettor menabrak motor, Senin (12/1) pagi pengendara betor kembali berulah karena ada personel Satpol PP yang menghalau betor masuk Alun-alun, diancam dengan senjata berupa pecut.

Pengendara betor itu diketahui bernama Ar, 44, asal Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo. Menurut petugas, Ar bukan hanya sekali melawan petugas. Tapi sudah tiga kali melawan petugas saat ditertibkan.

Apakah tidak dilaporkan lewat hukum? “Kami masih koordinasi pada pimpinan untuk memberikan sanksi pada dia. Karena sudah tiga kali. Salah satunya pemukulan pada petugas,” ujar Plt Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat.

Iman menjelaskan, saat mengancam petugas dengan pecut, insiden itu terjadi sekitar pukul 11.15. Sebelumnya, sejak pagi hari petugas stand by di wilayah simpang tiga Jalan Sumatra dan di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Bangilan. Petugas menghalau betor dan Elf yang mau masuk dan parkir ke kawasan Alun-alun.

Hingga petugas bertemu Ar yang melintas dari arah utara menuju ke Alun-alun. Dengan santainya Ar melaju walaupun di tengah jalan ada sejumlah petugas yang menghadang.

Saat dilarang masuk, Ar menerobos masuk dan hampir menabrak petugas. Akhirnya petugas menghentikan paksa laju betor Ar.

Rupanya Ar tetap memaksa masuk dengan alasan dia mau bekerja, mencari penumpang di kawasan Alun-alun.

Karena petugas tetap melarang, akhirnya terjadilah cekcok di tepi jalan KH Wahid Hasyim. Ar tetap  memaksa untuk tetap masuk ke Alun-alun.

Hingga Ar kemudian mengambil senjata pada jok betornya. Dia lalu mengayunkan pecut ke petugas yang menahan betornya dari belakang. Petugas berhasil menghindar seraya mengamankan pecut dan menepikan Ar ke trotoar sebelah barat.

Menurut Iman, dengan kejadian ini Ar tercatat sudah tiga melakukan hal yang sama. Satu kali diantaranya berupa pemukulan ke petugas. Ar disinyalir kerap membawa senjata yang digunakan untuk melawan petugas. “Karena sudah tiga kali. Kami koordinasikan ke pimpinan untuk memberi sanksi pada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Dia mengimbau pada pengendara betor di Kota Pasuruan untuk menggunakan becak wisata saja. Sebab banyak laporan masyarakat bahwa pengendara betor sering membuat resah warga. Ugal-ugalan dan membuat lalulintas jadi terganggu.

“Banyak laporan ugal-ugalan di jalan. Sebenarnya betor juga dilarang beroperasi di sudut jalan kota,” katanya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#kota pasuruan #alun-alun pasuruan #betor