PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Pasuruan, bisa berkurang.
Sebab, Pemkot bakal merehab 150 RTLH tahun ini. Pelaksanaannya masih menunggu perencanaan dan sosialisasi.
Kabid Perumahan, Wisnu Bagya Winarsa menuturkan jumlah RTLH yang direhab sesuai dengan usulan.
Seluruhnya dibiayai lewat APBD pemkot. Berbeda dengan tahun lalu yang dialokasikan melalui APBD provinsi.
Setiap penerima bakal mendapatkan anggaran rehab yang sama. Yakni sebesar Rp 17,5 juta untuk membeli bahan material bangunan.
Dan juga untuk membayar ongkos tukang. Pelaksanaannya menunggu tahap sosialisasi dengan penerima.
"Anggaran rehab yang diperoleh masih sama seperti tahun sebelumnya. Sebesar Rp 17,5 juta dan harus untuk rehab RTLH," jelas Wisnu.
Mantan Kepala UPT Pemakaman ini menjelaskan sejak program rehab RTLH digulirkan pada 2017 lalu, pemkot telah memperbaiki 1.838 RTLH.
Awalnya, ada 2.540 RTLH. Selama 2018 hingga 2022, ada 1.270 RTLH yang tertangani.
Pada 2023 lalu, ditargetkan 300 RTLH bisa ditangani. Namun, hingga akhir Desember, realisasinya hanya 283 rumah.
Lalu 2024, usulannya 300 RTLH, dan terealisasi 285 rumah. Dan tahun lalu yang digarap sebanyak 300 RTLH menggunakan APBD pemprov.
"Setiap tahunnya pasti kami update berkala. Karena bisa jadi ada perubahan. Mungkin ada RTLH baru di masyarakat," tutur Wisnu. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin