PASURUAN, Radar Bromo - Hasil tangkap ikan nelayan di Kota Pasuruan menurun di tahun 2025 ini.
Faktornya, karena cuaca tak menentu, yang membuat nelayan banyak mengurungkan aktivitas rutinnya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, hasil tangkapan ikan nelayan di Kota Pasuruan setiap tahunnya sebenarnya semakin meningkat. Namun tahun 2025 ini cenderung menurun.
Ayik-panggilannya-merincikan, hasil tangkapan ikan sepanjang 2025, mencapai 9.796,50 ton.
Berbeda dengan tahun 2024, yang mencapai 10.619,80 ton. Padahal sebelumnya, tangkapan ikan mencapai 9.726,80 ton. Begitupun pada 2022, yang menembus 8.839,6 ton.
“Tiap tahun, sebenarnya ada kenaikan. Namun untuk 2025, cenderung menurun,” jelasnya.
Ia menguraikan, faktor paling utama, dipengaruhi cuaca yang tak menentu. Ombak besar karena angin kencang selalu terjadi.
Belum lagi, ikan di perairan Kota Pasuruan dimungkinkan semakin berkurang.
Sehingga, nelayan Kota Pasuruan mencari ikan di wilayah Selat Madura. Nah, ketika cuaca ekstrem mereka akan mengurungkan keberangkatan.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno Imam Sudarmadji menuturkan, menurunnya hasil tangkap ikan, dikarenakan cuaca selalu ekstrem di laut.
Seperti ombak besar, petir dan lainnya yang membuat nelayan jarang melaut.
“Saat patroli, nelayan banyak mengakui jarang melaut karena cuaca ekstrem,” bebernya.
Ditambah, banyak nelayan menggunakan alat tangkap terlarang. Hal itu, berdampak terhadap populasi ikan di perairan Pasuruan.
Belum lagi, terlalu banyak nelayan yang mencari ikan. “Ini yang akhirnya membuat tangkapan ikan menurun,” bebernya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin