PASURUAN, Radar Bromo - Tidak ada temuan penyakit leptospirosis di Kota Pasuruan sepanjang 2025.
Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan meminta masyarakat tetap waspada. Mengingat saat ini masuk penghujan.
Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr Shierly Marlena mengungkapkan tidak ada warga Kota Pasuruan yang terpapar penyakit lepto tahun 2025 lalu.
Sama seperti 2024 lalu, juga nihil temuan. Meski begitu, masyarakat harus tetap berhati-hati.
"Tidak ada kasus lepto di Kota Pasuruan. Tapi penyakit leptospirosis ini, lebih rawan saat musim hujan. Sebab pada musim penghujan, cuaca menjadi lembap," jelasnya.
Dokter Shierly-sapaannya menuturkan saat musim penghujan, hewan penular virus ini seperti tikus sering keluar. Berbeda saat musim kemarau.
Penularan penyakit ini berasal dari kencing tikus, sapi anjing dan babi yang menempel di tempat lembap.
Atau bisa juga dari makanan yang tidak tertutup sempurna. Sehingga disentuh oleh tikus.
Karena itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting. Bisa dicegah, dengan menggunakan pelindung saat membersihkan tempat lembap, seperti drainase atau selokan.
Setelah melakukan kegiatan bersih-bersih, tangan juga harus dicuci sempurna. Saat menutup tudung saji, pastikan agar makanan juga tertutup sempurna.
Jika sampai terpapar dan tidak ditangani dengan cepat, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati.
"Biasakanlah melakukan PHBS setiap kali habis berkegiatan. Termasuk sebelum dan sesudah makan," imbau Dokter Shierly. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin