Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waduh... Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Temukan 635 Kasus Baru Penderita TBC

Fahrizal Firmani • Rabu, 31 Desember 2025 | 17:25 WIB
Ilustrasi TBC, diperankan oleh model.
Ilustrasi TBC, diperankan oleh model.

PASURUAN, Radar Bromo - Temuan kasus TBC di Kota Pasuruan cukup tinggi. Sepanjang tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) menemukan 635 kasus baru. Namun, tidak ada temuan penderita yang meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr Shierly Marlena menuturkan tingginya kasus ini adalah upaya Dinkes dalam mengeliminasi TBC.

Ini merupakan langkah dalam mendukung program yang dicetuskan pemerintah bahwa 2030 TBC bisa tereliminasi.

"Yang masyarakat perlu tahu bahwa penyakit TBC itu bisa disembuhkan. Keberhasilan ini bisa terwujud jika masyarakat mau berobat," katanya.

Penyakit TBC ini dapat menyebar melalui udara serta orang yang daya tahan tubuhnya rendah. Penyebabnya bisa bervariasi.

Baik itu karena infeksi bakteri, daya tahan tubuh rendah dan faktor lingkungan. TBC menyebar di lingkungan yang tidak bersih.

TBC dapat dikenali dengan sejumlah tanda. Di antaranya, batuk lebih dari dua minggu, batuk bisa berdahak atau berdarah, berat badan turun 10 persen, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas dan badan terasa lemah.

“Pencegahan penyakit TBC bisa dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penularannya terjadi di lingkungan yang kotor,” imbuh Shierly.

Ia menyebut TBC dapat disembuhkan asalkan penderita berobat dengan teratur selama enam bulan.

Jika penderita tidak teratur minum obat, maka tubuhnya bisa kebal dan penyembuhannya pun semakin lama. Maka bisa menyebabkan kematian jika tidak teratur berobat.

Saat ada seseorang yang menderita TBC, Dinkes langsung melakukan investigasi kontak, mulai keluarga hingga saudara.

Sebagai deteksi dan pencegahan dini untuk memeriksa gejala dan diobati jika terinfeksi untuk memutus rantai penularan dan mencegah TBC bisa berkembang dan meluas.

"Investigasi kontak upaya menemukan kasus baru. Semakin cepat terdeteksi maka semakin baik untuk bisa diobati," tutur Shierly. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #tbc #dinkes