Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Revitalisasi Pasar Besar Pasuruan Molor, Sisakan Finishing, Rekanan Diberi Perpanjangan Sampai Segini

Abdul Wahid • Jumat, 26 Desember 2025 | 14:55 WIB

 

Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo  TINGGAL SEDIKIT: Pengerjaan depan kios daging dan pengerjaan stand daging di Pasar Besar yang masih belum selesai.
Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo TINGGAL SEDIKIT: Pengerjaan depan kios daging dan pengerjaan stand daging di Pasar Besar yang masih belum selesai.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Revitalisasi pasar Besar, kota Pasuruan, molor. Rekanan tidak mampu menyelesaikan pengerjaan tepat waktu.

Kontraktor  CV Anugerah Multi Kreasi asal Kabupaten Nganjuk memperoleh pemberian kesempatan perpanjangan selama empat hari. Proyek ini harus rampung 29 Desember!

Kontrak proyek yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) Pemprov Jatim ini berakhir 25 Desember.

Namun rupanya, pengerjaan belum tuntas. Tahap finishing pada areal depan kios dan tempat pedagang daging berjualan masih digarap.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdsgangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwijatmiko melalui Kabid Pasar, Slamet Riyadi menyebut, revitaliasai pasar Besar sudah dimulai sejak 28 Juli lalu. Proyek ini dalam hitungan kalender semestinya harus rampung 25 Desember, persis saat hari Natal.

Ternyata, realisasi di lapangan belum 100 persen. Saat ini masih 96 persen. Pelaksana masih harus menyelesaikan pengecatan pada areal depan kios dan pengerjaan stand daging. Pelaksana mengajukan pemberian kesempatan awal pekan ini.

"Karena realisasinya kurang empat persen, maka kami beri kesempatan perpanjangan. Mereka harus rampung senin depan 29 Desember," jelasnya.

Slamet menuturkan, pelaksana menyanggupi dengan perpanjangan selama empat hari ini. Selama masa pemberian kesempatan ini, pelaksana dikenakan denda sebesar 1/1000 dari nilai kontrak. Total kontraknya adalah Rp 6,4 miliar. Karena tinggal finishing, dia optimistis bisa rampung.

"Kami yakini pelaksana bisa mengejar kekurangan. Mereka sudah menyanggupi. Awal pekan depan bisa rampung," pungkas Slamet.

Dalam revitalisasi yang bersumber dari DAK pemprov ini, ada tujuh titik yang diperbaiki. Yakni, los daging, los asesoris, kios konveksi, kios hasil bumi, hydran, musala toilet dan kanopi.

Alasannya titik ini sudah tidak layak dan butuh perbaikan. Ada 203 pedagang pasar yang terdampak.

Selama revitalisasi, mereka direlokasi ke tempat berjualan baru. Yakni, di lantai 1 sisi selatan kantor UPT pasar besar, lantai 2 di sisi utara dan sisi selatan, area kios E, area los bunga, area los porselen dan los ikan.

Dengan revitalisasi ini, maka pemkot telah dua kali melakukan revitalisasi pasar besar. Sebelumnya, dilakukan pada 2022 lalu dengan anggaran Rp 3 miliar. Meliputi perbaikan los ikan, saluran air dan depo sampah.

Namun revitalisasi tahun ini belum menyentuh seluruhnya. Sebab wali kota Adi Wibowo meminta agar perbaikan dilakukan seluruh areal pasar. Sementara, dengan revitalisasi tahap dua ini baru menyentuh sekitar 50 persen.

"Revitalisasi ini lanjutan tahun 2022 lalu. Ini adalah tahap dua. Tapi belum menyentuh seluruh areal pasar," kata Slamet. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#proyek molor #pemkot pasuruan #pasar besar