Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

AQUA Keboncandi Tanam 2.000 Bibit di Lahan Kritis Lumbang, Jadi Validasi Konservasi Hulu DAS Rejoso

Hana Susanti • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:08 WIB
LESTARIKAN ALAM: Para peserta Aksi Tanam 2.000 bibit di Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Mereka mengabadikan momen tersebut, dengan foto bersama.
LESTARIKAN ALAM: Para peserta Aksi Tanam 2.000 bibit di Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Mereka mengabadikan momen tersebut, dengan foto bersama.

PASURUAN, Radar Bromo - PT Tirta Investama Plant Keboncandi (AQUA Keboncandi) menggelar Aksi Tanam 2.000 Bibit Tanaman Konservasi, Selasa (23/12).

Langkah ini sekaligus merupakan Validasi Program Jaminan Lingkungan Hidup (PJLH) tahun 2025.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Sumber Lumbang, Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan mulia itu, dilakukan bersama mitra pelaksana Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai(KMPS).

Kegiatan ini menargetkan rehabilitasi lahan kritis di sumber recharge area Aqua, wilayah hulu Daerah Aliran Sungai(DAS) Rejoso.

Kondisi lahan kritis seluas 31.873 hektare di Pasuruan-16.204 hektare kritis dan 15.668 hektare sangat kritis-dipicu alih fungsi lahan serta 72 izin tambang di DAS Rejoso.

SERAHKAN: Penyerahan sertifikat apresiasi dari pihak Kecamatan Lumbang kepada PT Tirta Investama Plant Keboncandi (AQUA Keboncandi). Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas kegiatan mulia tersebut.
SERAHKAN: Penyerahan sertifikat apresiasi dari pihak Kecamatan Lumbang kepada PT Tirta Investama Plant Keboncandi (AQUA Keboncandi). Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas kegiatan mulia tersebut.

Hal ini, meningkatkan risiko banjir berulang, erosi, dan kekeringan di dua desa yang ada di Lumbang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 41 peserta dari tim AQUA Keboncandi, YEKA, Forum DAS Pasuruan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, BPBD, UP TKPSDA, Cabang Dinas Kehutanan Jatim, Camat Lumbang, Kepala Desa, serta KMPS lokal (Puncet, Galih, Petung).

Manajer SR-CSR AQUA Pasuruan, Hari Wicaksono, menyatakan, kolaborasi ini krusial untuk keberlanjutan sumber daya air di tengah lahan kritis di Lumbang.

“Karena salah satu misi AQUA adalah berkomitmen dalam program konservasi sumber daya air untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam daripada yang digunakan. Karena itu, kegiatan ini kami lakukan,” jelasnya.

Sementara, Ahmad Fauzi, sekertaris Forum DAS, memaparkan Validasi PJLH bukti capaian nyata mitigasi DAS Rejoso.

Di sisi lain, pihak Dinas PU SDA Jawa Timur mengapresiasi sepenuhnya kepada AQUA Keboncandi.

Karena sudah menjaga dan melestarikan lingkungan dengan melakukan penanaman 2000 bibit, 500 rorak serta 5 unit sumur resapan.

Direktur YEKA, Sriyanto menguraikan, program ini menghasilkan konservasi air hingga 72.000 m3/tahun dari 2.000 pohon (36 m3/pohon), serapan CO2 72 ton/tahun, mitigasi banjir/longsor kurangi debit puncak 20-30 persen dan erosi 71-94 persen via 500 rorak, 5 Sumur Resapan serta peningkatan ekonomi berkelanjutan melalui fasilitasi usaha KMPS (kompos dan peternakan ayam) plus PJLH 10 hektare, termasuk perawatan 20 SR di tiga desa.

Agenda dimulai pukul 09.00 WIB dengan registrasi dan sambutan multipihak.

Puncak seremonial tanam serta serah terima PJLH pukul 10.00 WIB, dilanjutkan kunjungan validasi pelaksanaan program konservasi air dan fasilitasi usaha peternakan terpadu serta pupuk kompos KMPS Puncet.

Inisiatif sinergi pentahelix ini perkuat konservasi DAS Brantas melalui koordinasi YEKA, validasi Forum DAS, dan partisipasi KMPS.

Bahkan, PT Tirta Investama mengundang media untuk menyaksikan langsung. (*)

Editor : Jawanto Arifin
#aqua keboncandi #aqua #lahan kritis #penanaman pohon