PASURUAN, Radar Bromo - Tanggul di sepanjang Sungai Gembong Kota Pasuruan banyak yang rusak akibat tergerusnya aliran air.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur melakukan upaya perbaikan meski tak bisa menyeluruh.
Di tahun depan, ada beberapa titik yang dinilai perlu penanganan segera. Kerusakan atau lubang pada tanggul Sungai Gembong yang akan dibenahi berada di titik Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo.
Perbaikan ini juga menemui kendala lantaran pada sisi sempadan terdapat banyak bangunan permanen.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, di tahun 2025 ini pihaknya sudah melakukan perbaikan tanggul di bawah jembatan Jalan Untung Suropati, di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo.
Di lokasi itu sepanjang tujuh meter tanggul di bawah jembatandibenahi karena sudah tergerus air.
Lubang yang semakin lama akan semakin dalam. “Perbaikan dilakukan Juni lalu dengan anggaran Rp 60.532.200,” ungkapnya.
Berdasarkan survei, kata Anton, sebenarnya masih ada titik-titik yang membutuhkan perbaikan. Pihaknya merencanakan perbaikan tanggul di tiga titik pada tahuj 2026 mendatang.
Jika tidak ada perubahan, tanggul di Sungai Gembong yang rusak dan akan dibenahi berada di wilayah Kelurahan Pekuncen, Petamanan, dan Kebonagung.
Untuk volume yang akan dilakukan perbaikan, sampai saat ini masih dalam pengkajian atau perhitungan.
Namun, kata Anton, di tiga titik ini akan dianggarkan perbaikan untuk kembali mengokohkan tanggul yang berlubang akibat tergerus.
Anton meyakini lubang pada tanggul tidak hanya di titik tersebut. Masih ada titik lokasi lainnya di Sungai Gembong.
Misalkan di wilayah Kelurahan Kandangsapi. Pihaknya masih akan melakukan identifikasi kerusakan.
Soal kesulitan perbaikan, pihaknya menyayangkan di sejumlah wilayah karena di sisi sempadan sungai terdapat banyak bangunan. Sehingga akan menyulitkan saat proses perbaikan.
“Selain tergerus air, juga karena sempadan dipenuhi bangunan. Untuk akses perbaikan yang agak susah,” katanya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid