Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

JTI Gelar Diskusi Bahas Pengelolaan Sumber Daya Air di Welang, Pasuruan

Inayah Maharani • Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:33 WIB
DISKUSI: JTI bersama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Brantas Sampean, komunitas dan penggiat lingkungan Pasuruan saat berdiskusi tentang pengelolaan Sumber Daya Air di Welang
DISKUSI: JTI bersama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Brantas Sampean, komunitas dan penggiat lingkungan Pasuruan saat berdiskusi tentang pengelolaan Sumber Daya Air di Welang

PASURUAN, Radar Bromo - Japan Tobacco International (JTI) Indonesia menggelar forum diskusi bersama para pemangku kebijakan bertema Sustainability Water and Conservation yang membahas tantangan pengelolaan sumber daya air di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang, Pasuruan.

Dalam acara ini, JTI berkolaborasi dengan komunitas Bantuan Sosial Komunikasi Masyarakat (BASKOMAS) yang tergabung dalam Gerakan Kesadaran Alamku Hijau, serta para penggiat lingkungan di Pasuruan, untuk membahas berbagai upaya dalam mengatasi isu pengelolaan air di wilayah tersebut.

Forum ini turut melibatkan elemen pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Brantas Sampean, Muchtar Effendi, S.Hut., M.Si menegaskan bahwa upaya menjaga ekosistem air DAS Welang, harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Menjaga ekosistem air di DAS Welang dari hulu hingga hilir merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat dinegosiasikan.

Kondisi hulu yang terjaga akan menentukan kualitas lingkungan di bagian tengah dan hilir DAS,” ujar Muchtar.

Lebih lanjut, menurutnya gangguan terhadap fungsi ekologis DAS berpotensi menimbulkan dampak serius. Seperti penurunan kualitas lingkungan, banjir, kekeringan, hingga longsor.

Karena itu, Muchtar mengapresiasi pelaksanaan forum ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Perlindungan dan pemulihan ekosistem air hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak,” tegasnya.

Sementara itu, People & Culture Manager JTI Indonesia, Agung Prabowo, menyampaikan sejumlah upaya yang telah dilakukan perusahaan untuk mendukung pelestarian air.

“JTI memiliki rekam jejak dalam pelestarian air, mulai dari penanaman pohon di kawasan hulu Putuk Elang dan Putuk Lesung, penanaman kopi di Sumberejo, hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga sungai,” jelas Agung.

Secara internal, imbuh Agung, pihaknya juga menerapkan pengolahan limbah terpadu, agar air dapat dimanfaatkan kembali.

Baca Juga: Kampung Rujak Gadung di Gadingrejo Pasuruan Terendam Selama Dua Jam saat Sungai Welang Meluap

Namun, Agung menilai tantangan di daerah tangkapan air Welang masih sangat besar.

“Upaya tersebut masih terbatas dibandingkan besarnya tantangan. Karena itu, dibutuhkan aksi nyata dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan,” paparnya. (ran/one/*)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#sungai #welang #sumber daya air #komunitas #brantas sampean #das