PASURUAN, Radar Bromo - Pemkot Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Salah satunya melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur gedung pemerintahan. Tahun ini, ada dua kegiatan strategis dilaksanakan.
Yaitu pembangunan Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) serta rehabilitasi Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kedua gedung pemerintah ini mampu diselesaikan tepat waktu.
Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menuturkan pembangunan Gedung Dinas Perpustakaan ini dilaksanakan di samping Gedung Depo Arsip Kota Pasuruan.
Kedua bangunan ini memiliki nilai strategis sebagai pusat pengelolaan pengetahuan, informasi, dan dokumentasi pemerintahan.
"Sebelumnya, pembangunan kedua gedung tersebut sempat dianggarkan pada 2019. Namun mengalami putus kontrak sehingga pelaksanaannya tidak dapat diselesaikan sesuai rencana," jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan pembangunan fasilitas publik yang tertunda, pembangunan Gedung Depo Arsip kembali dilanjutkan pada tahun 2024.
Sedangkan pembangunan Gedung Dinas Perpustakaan dilaksanakan pada tahun 2025.
Pembangunan Gedung Dinas Perpustakaan dilaksanakan oleh PT Inovasi Multi Kreasi asal Jakarta.
Selain pembangunan gedung baru, Pemkot juga melaksanakan rehabilitasi Gedung Kantor Dinas PUPR.
Rehabilitasi ini dilakukan karena rangka atap bangunan sudah lapuk dimakan usia, sehingga dapat membahayakan.
Pekerjaan rehabilitasi dilaksanakan oleh CV Arjuna Nur Kirana yang berasal dari Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
"Dengan rehab ini, Gedung Kantor DPUPR kembali dapat digunakan secara optimal sebagai pusat pelayanan teknis dan administrasi di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang," tutur Gustap.
Satgas Jalan dan Jembatan untuk Zero Lubang
Tidak hanya infrastruktur gedung pemerintahan yang mendapatkan perhatian. Pemkot juga berkomitmen memastikan jalan, jembatan, drainase dan trotoar berfungsi baik.
Setiap hari, pemkot menggempur jalan dan jembatan. Sehingga tidak ditemukan adanya lubang.
Gustap Purwoko, kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan menjelaskan, pihaknya rutin mengecek kondisi jalan, jembatan hingga trotoar di Kota Pasuruan.
Tujuannya agar fasilitas umum ini bisa digunakan dengan baik. Saat musim hujan, intensitasnya ditingkatkan.
Ada tim dari Bina Marga yang melakukan pemantauan. Mereka berkeliling ke seluruh jalan dan jembatan di Kota Pasuruan. Tak hanya pemantauan jalan berlubang. Tetapi juga drainase, bila tak optimal.
"Tiap hari, tim Bina Marga berkeliling ke jalan dan jembatan di Kota Pasuruan. Kami pastikan jalan, jembatan dan drainase berfungsi baik," jelas Gustap.
Tahun ini, diakuinya tidak ada rehab mayor pada jalan, jembatan ataupun trotoar.
Namun pemeliharaan tetap berjalan. Perawatan bergantung kondisi lapangan.
Saat ada jalan bergelombang, pihaknya akan langsung mengepras dan menutupinya dengan aspal baru.
Namun jika jalan itu berlubang, maka ditangani dengan ditambal menggunakan aspal.
Sementara saat ditemukan kaki jembatan rusak karena tergerus air, maka langsung diganti baru.
"Kami pastikan masyarakat bisa menggunakan jalan dan jembatan dengan nyaman. Perbaikan disesuaikan kondisi lapangan," jelas Gustap. (riz/one/*)
Editor : Jawanto Arifin