Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bakar Dupa Lalu Merambat ke Kasur, Dua Rumah di Kersikan Gondangwetan Pasuruan Terbakar, Motor dan Uang Ikut Dilalap Api

Fuad Alyzen • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:28 WIB
SIRAM: Personel damkar memadamkan api yang membakar rumah Khusni Mubarok dan Anita di Desa Kersikan, Selasa (16/12) pagi.
SIRAM: Personel damkar memadamkan api yang membakar rumah Khusni Mubarok dan Anita di Desa Kersikan, Selasa (16/12) pagi.

GONDANG WETAN, Radar Bromo - Warga di RT 3/RW 3, Dusun Ngemplak, Desa Kersikan, Kecamatan Keboncandi atau Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, dibikin heboh, Selasa (16/12) pagi. Ini setelah dua rumah milik warga sekitar dilalap si jago merah.

Dua rumah yang terbakar itu diketahui milik Khusni Mubarok, 40, dan Anita, 40. Warga heboh karena lokasi kebakaran berada di lingkungan padat permukiman.

Setelah berhasil dipadamkan tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun kedua pemilik rumah ditaksir alami kerugian 100 juta.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00. Api muncul dari dalam rumah Khusni. Api ini diduga muncul dari pembakaran dupa.

Kabarnya, dupa ini dibakar oleh Nau, 12, anak Khusni Mubarok pada Senin (15/12) petang pukul 19.00. Dupa ini digunakan untuk mengusir nyamuk yang diletakkan di sekitar kasur. Nah, api dari dupa inilah yang kemudian merambat ke kasur di kamar belakang yang dilakukan

Malam itu Khusni sebenarnya sedang bekerja menjaga di perumahaan. Sedangkan di rumah hanya Robi, 20,  yang juga anak korban. Ada pula Nau. Sementara sang ibu bekerja di Malaysia.

Karena kasur terbakar, Robi sempat memadamkan dengan air. Setelah padam lalu dibiarkan di kamar belakang. Robi lalu pindah ke kamar depan.

Hingga pukul 21.00, Nau dijemput Khusni untuk dibawa ke tempat kerjanya. Khusni tidak terpikirkan bakal ada kebakaran.

Sementara hanya tinggal Robi sendirian yang ada di dalam rumah. Dia istirahat di kamar depan. Robi tidak mengecek lagi kasur yang terbakar akibat dupa. Sebab biasanya api sudah padam dan aman.

Hingga pukul 04.00, Robi merasa sesak saat tidur hingga dia terbangun. Robi melihat api yang muncul dari dalam rumahnya. Robi langsung memberitahu saudaranya yang bernama Khami. Mereka menuju ke rumah namun api sudah membesar.

Sampai merambat ke rumah sebelah utaranya milik Anita, 40. Warga berdatangan untuk memadamakan api. Pukul 04.30, Sekretaris Desa Kersikan Dani Puspa Setiawan mengubungi Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan.

Pukul 04.45, Satu unit damkar milik Pemkot Pasuruan dan 2 unit mobil damkar Pemkab Pasuruan tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman. “Pukul 05.15 api dapat di padamkan oleh petugas pemadam kebakaran,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.

Setelah padam itu pihaknya melakukan olah TKP mencari keterangan saksi-saksi. Petugas juga mendata apa saja yang terbakar.

Di rumah Khusni, selain bagian rumah, ada  tiga buah dipan beserta kasur hangus terbakar. kulkas, handphone dan motor Yamaha Cripton di dalam rumah juga tak terselamatkan.

Sedangkan di rumah milik Anita, dua lemari pakaian, dipan susun dan uang 1 juta rupiah, yang ikut terbakar. “Untuk sementara waktu kerugian ditaksir rugi  Rp100 juta,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan. Dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.

Di sisi lain, personel bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin menambahkan, insiden di Kersikan ada dua rumah yang terbakar. Luas kebakaran 120 meter persegi.

“Api diduga berasal dari kasur yang terbakar karena dupa. Uuntuk menaklukan api, petugas hanya melakukannya dalam waktu satu jam lebih. Setelah padam lalu melakukan pembasahan,” beber Anang Sururin. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#damkar #kebakaran #dupa