PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menariknya, mereka memberikan pelatihan pengolahan limbah, berupa limbah tembakau menjadi produk baru dengan nilai tambah.
Selama ini, masih banyak stigma negatif tentang limbah tembakau. Demi menghapus stigma negatif tembakau, DKPP pun mengadakan pelatihan pengolahan limbah tembakau menjadi produk-produk baru di luar rokok dan cerutu.
Agar produk yang dihasilkan, bermanfaat dan bernilai tambah. Yakni dengan mengubahnya menjadi briket.
Briket sendiri merupakan bahan bakar padat, berbentuk seragam yang dihasilkan dari proses pengempaan dari bahan berbentuk serbuk dengan ukuran yang relatif kecil. Briket biasa digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah.
Menurut Plt Kepala DKPP Hari Hijroh Saputro, briket ini dibuat dengan bahan baku biomassa yang didapatkan dari limbah pertanian organik, yakni limbah tembakau.
Memanfatkan limbah tembakau menjadi briket ini, rupanya memiliki banyak manfaat, terutama terhadap lingkungan.
Yakni bisa mengurangi limbah biomassa yang belum termanfaatkan, menjadi sumber energi yang terbarukan.
Serta dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, seperti briket batu bara, gas alam, dan minyak bumi.
“Briket dengan bahan baku dari limbah pertanian ini, lebih ramah lingkungan. Selain itu, briket menghasilkan asap yang lebih sedikit,” ujarnya.
Selain manfaat dari sisi lingkungan, ada juga manfaat briket dari sisi industri. “Briket ini juga dapat menjadi peluang usaha, serta sumber pedapatan dari pemanfaatan limbah tidak terolah bagi pelaku usaha tembakau. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian” terangnya. (ran/unt/*)
Editor : Jawanto Arifin