Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DKPP Kabupaten Pasuruan Dorong Perekonomian Masyarakat dengan Pemanfaatan Limbah Tembakau Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Untoro Ariyadi • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:45 WIB
TINGKATKAN PEREKONOMIAN: Para peserta saat sedang mengikuti pelatihan pembuatan briket dengan memanfaatkan limbah tembakau.
TINGKATKAN PEREKONOMIAN: Para peserta saat sedang mengikuti pelatihan pembuatan briket dengan memanfaatkan limbah tembakau.

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menariknya, mereka memberikan pelatihan pengolahan limbah, berupa limbah tembakau menjadi produk baru dengan nilai tambah.

Selama ini, masih banyak stigma negatif tentang limbah tembakau. Demi menghapus stigma negatif tembakau, DKPP pun mengadakan pelatihan pengolahan limbah tembakau menjadi produk-produk baru di luar rokok dan cerutu.

Agar produk yang dihasilkan, bermanfaat dan bernilai tambah. Yakni dengan mengubahnya menjadi briket.

Briket sendiri merupakan bahan bakar padat, berbentuk seragam yang dihasilkan dari proses pengempaan dari bahan berbentuk serbuk dengan ukuran yang relatif kecil. Briket biasa digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah.

ANTUSIAS: Pelatihan yang diberikan DKPP Kabupaten Pasuruan benar-benar membuat para peserta antusias untuk belajar.
ANTUSIAS: Pelatihan yang diberikan DKPP Kabupaten Pasuruan benar-benar membuat para peserta antusias untuk belajar.

Menurut Plt Kepala DKPP Hari Hijroh Saputro, briket ini dibuat dengan bahan baku biomassa yang didapatkan dari limbah pertanian organik, yakni limbah tembakau.

Memanfatkan limbah tembakau menjadi briket ini, rupanya memiliki banyak manfaat, terutama terhadap lingkungan.

Yakni bisa mengurangi limbah biomassa yang belum termanfaatkan, menjadi sumber energi yang terbarukan.

Serta dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, seperti briket batu bara, gas alam, dan minyak bumi.

“Briket dengan bahan baku dari limbah pertanian ini, lebih ramah lingkungan. Selain itu, briket menghasilkan asap yang lebih sedikit,” ujarnya.

Selain manfaat dari sisi lingkungan, ada juga manfaat briket dari sisi industri. “Briket ini juga dapat menjadi peluang usaha, serta sumber pedapatan dari pemanfaatan limbah tidak terolah bagi pelaku usaha tembakau. Sehingga, bisa meningkatkan perekonomian” terangnya. (ran/unt/*)

Editor : Jawanto Arifin
#briket #tembakau #kabupaten pasuruan #limbah #pelatihan #dana cukai