Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Nguling Pasuruan Kembali Gelar Aksi di Lahan Pembangunan Batalyon TNI AL, Ini Kata PGS Komandan Puslatpur Mar 3 Grati

Fuad Alyzen • Selasa, 16 Desember 2025 | 02:53 WIB
PROTES KERAS: Ratusan warga berkumpul di Dusun Gunung Bukor, Desa Sumberanyar, Nguling, Senin (15/12) sore.
PROTES KERAS: Ratusan warga berkumpul di Dusun Gunung Bukor, Desa Sumberanyar, Nguling, Senin (15/12) sore.

NGULING, Radar Bromo-Sudah beberapa kali warga di wilayah Timur Kabupaten Pasuruan menggelar aksi untuk menolak pembangunan batalyon milik TNI AL di Kolatmar.

Senin (15/12) sore, aksi serupa dilakukan warga Sumberanyar. Kali ini aksi dilakukan

di Dusun Gunung Bukor. Aksi tersebut didasari karena TNI AL tetap melanjutkan pembangunan batalyon.

Baca Juga: Lagi, Warga Geruduk Pembangunan Sekolah Militer di Lekok Pasuruan, Paur Pam Puslatpur 3: Lahan Milik TNI AL

Alhasil, ini membuat ratusan warga Desa Sumberanyar kembali menggelar aksi di lahan pembangunan batalyon. Warga meminta pembangunan dihentikan.

Warga beralasan, belum terbangunnya batalyon saja, setiap harinya warga terganggu dengan kegiatan latihan TNI AL.

Bahkan warga mengaku, anak kecil dan lansia sering terkejang-kejang lantaran suara keras bom. Selain itu, aktivitas warga terganggu.

Terlebih mayoritas warga sebagai peternak mencari rumput di area lokasi pembangunan batalyon.

Baca Juga: Warga Hentikan Aktivitas Alat Berat saat Ratakan Lahan Pertanian di Lekok Pasuruan untuk Proyek Sekolah Tamtama TNI AL

Namun semenjak ada pembangunan oleh TNI AL, warga mengaku sering diusir. Alasannya, ada kegiatan latihan dan pembangunan batalyon.

Dalam aksi damai Senin sore itu, warga mendapat pengawalan dari TNI AL. Terlihat pula jajaran Polres Pasuruan Kota, yang menjaga agar warga tidak bertindak berlebih.

Warga menyampaikan orasi tentang keluhan mereka yang harus didengar Presiden Prabowo. Persoalan ini bisa selesai asalkan pusat turun tangan.

Dari pantauan radarbromo.jawapos.com di lokasi, aksi warga dilakukan sekitar pukul 13.00. Mulanya ratusan warga berkumpul di lahan batalyon hingga di sanalah mereka berorasi.

Di tengah-tengah orasi warga, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara mengajak warga berdoa bersama. Meminta pada Tuhan agar permasalahan ini segera selesai dengan hati yang damai.

AKSI KEMBALI: Ratusan warga berkumpul di Dusun Gunung Bukor, Desa Sumberanyar, Nguling, Senin (15/12) sore.
AKSI KEMBALI: Ratusan warga berkumpul di Dusun Gunung Bukor, Desa Sumberanyar, Nguling, Senin (15/12) sore.

Ada warga yang menyampaikan, bahwa mereka sebenarnya tidak mau ribut. “Kami hanya ingin tenang tanpa adanya suara keras bom,” begitu teriak warga.

Ada juga yang menyampaikan, TNI seharusnya mengayomi rakyat, bukan bikin resah masyarakat.

Orasi demi orasi barisan ratusan warga semakin maju, menuju ke barisan para TNI AL. Sembari menyuarakan keluhannya selama ini.

Susanto, salah satu pemuda asal Desa Sumberanyar ini menyuarakan tentang ketidaksetujuannya pembangunan batalyon.

Bukan program pembangunanya, melainkan titik pembangunan yang terletak di Dusun Gunung Bukor. “Kan masih banyak lahan TNI AL yang lain,” sampainya.

Susanto melanjuutkan, warga hanya menginginkan bangunan batalyon dipindah. Selama itu tidak terjadi, warga akan terus melakukan aksi penolakan ke pihak TNI AL.

Baca Juga: Aliansi Masyarakat Wadul PCNU Kabupaten Pasuruan, Minta Bantu Selesaikan Sengketa Tanah dengan TNI AL

Kepala Desa Sumberanyar Safiudin menyampaikan, kegiatan latihan pihak TNI AL ini sungguh sangat meresahkan warga. Sebab saat latihan itu sering kali terdengar suara keras bom. “Gak siang malam, subuh suara itu selalu mengganggu warga,” ujarnya.

Bahkan anak kecil dan lansia sering kali mengalami syok. Ada yang terkejang-kejang lantaran suara keras bom.

Yang paling dikhawatirkan tentu ada peluru nyasar. “Nah, itu ngeluhnya ke saya dan saya yang menanggung itu. Masa saya harus selalu repot karena itu,” kata Safiudin.

Dia juga membenarkan bahwa selama ini warga sering mencari rumput di lahan batalyon, sudah sejak lama.

“Mau mencari dimana lagi kalau tidak di lahan tersebut (dekat pembangunan batalyon, Red). Sedangkan mau beli tidak memiliki cukup uang memenuhi pakan setiap hari. Apakah harus mencuri? “Itu tidak bisa saya biarkan, warga saya mencuri,” ujarnya.

Maka dirinya meminta, putuskan dan renungkan dalam hati tentang bagaimana keresahan warga selama ini.

“Dengan kerendahan hati, mari pindahkan lahan batalyon dan hentikan dulu kegiatan latihan,” katanya yang menyebut dirinya tidak mau warganya terus menanggung sakit karena suara keras bom.

Informasi yang diperoleh warga, persoalan ini sudah sampai pada pusat. Maka warga meminta, sampai permasalahan ini selesai dan diputuskan oleh Presiden, mereka meminta TNI AL jangan dulu menggelar latihan dan pembangunan apapaun. Karena warga akan kembali menggelar aksi jika itu terjadi. “Jika keputusan pusat itu sudah selesai. Monggo dilanjutkan latihannya,” katanya.

Senin (15/12) sore adalah ketiga kalinya mereka beraksi dengan turun ke lahan bakal lokasi batalyon.

Di sisi lain, PGS Komandan Puslatpur Mar 3 Grati Mayor M Yamin menyampaikan, permasalahan ini sudah sampai ke Presiden Prabowo. Apa yang sudah disampaikan warga, melalui komunikasi jalur TNI sudah disampaikan.

Dia mendapat informasi, permasalahan ini akan diselesaikan oleh pusat langsung. Kata Yamin, ada sinyal pemerintah akan membatasi di mana lahan TNI AL dan lahan warga. Bahkan akan ada ganti rugi tempat tinggal warga yang berada di lahan TNI AL.

“Kami sudah mendata berapa penduduk yang ada di lahan TNI AL. Dan itu sudah diketahui Presiden,” sampainya.

Soal pembangunan tersebut, pihaknya mengaku hanya menjalankan tugas. Apa yang diperintah atasan, maka itulah yang akan dijalankan.

Yasmin menyebutkan, sebenarnya antara TNI dan warga sama. Tidak ada batasan apapun. Jadi sampai permasalahan ini diselesaikan oleh pusat, dirinya berharap warga untuk bersabar dulu. “Ini pengerjaan sudah dihentikan. Sudah satu bulan,” katanya pada awak media.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara menyampaikan, bahwa keluhan warga sudah diupayakan disampaikan pada pusat. Dan permasalahannya akan diselesaikan oleh pusat. Selama itu, diharapkan warga untuk bersabar.

Dia meminta pada Tuhan, antara TNI dan warga bisa berdampingan. Supaya generasi penerus bangsa di Desa Sumberanyar bisa hidup tenang dan sukses kelak.

“Jadi TNI sudah mengupayakan menyampaikan keluhan bapak ibu sekalian dan bersabar dulu. Sekarang saya mohon, mari kita selesaikan aksi ini dengan hati yang tenang dan pulang ke rumah masing-masing,” sampainya.

Namun warga enggan menuruti permintaan Kapolres. Malah ratusan barisan warga semakin mendekat ke barisan TNI dan kepolisian.

Sempat terjadi perdebatan karena warga masih bersikukuh meminta batalyon dikeluarkan. “Hanya dipindahkan pak. Itu saja permintaan kami,” sorak warga ditengah keramaian.

Hingga Kades Safiudin memberi komando pada warganya untuk membubarkan diri. Sebab Rabu (17/12) mendatang akan mendiskusikan permasalahan ini ke pihak Pemkab Pasuruan dan Pemprov Jatim.

“Ayo segera bubarkan diri. Karena kami akan audiensi dengan Pemkab dan Pemrpov Rabu nanti,” sampainya pada pukul 16.00. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
#batalyon #puslatpur pasuruan #kolatmar grati #tni al #nguling #sekolah militer