Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jurus Jitu Tim PkM PPNS dan Unesa Bantu UMKM di Jarangan Rejoso Pasuruan Naik Kelas

Muhammad Fahmi • Minggu, 14 Desember 2025 | 01:07 WIB

DONGKRAK UMKM: Peserta pose bersama usai mendapat pelatihan.
DONGKRAK UMKM: Peserta pose bersama usai mendapat pelatihan.
 

PASURUAN, Radar Bromo-Transformasi sektor ekonomi lokal melalui pendekatan berbasis potensi wilayah, jadi salah satu strategi pembangunan yang relevan dalam menghadapi dinamika industri kreatif.

Tim dosen dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang terdiri atas Dr. Wiediartini, S.E., M.T. sebagai ketua, serta Ovi Prina Gastriani, S.T., M.M. dan Dr. Dian Savitri, S.Si., M.Si. (Unesa) sebagai anggota pun mengaplikasikan dengan melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Pasuruan.

Sasaran PkM adalah mitra Poklahsar (Kelompok Pengolah Pemasar) Mina Barokah Baru yang berlokasi di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dengan diketuai Saidah, kegiatan ini jadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2025.

Kegiatan ini juga didukung penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pasuruan.

Kegiatan PKM mengusung tema Diversifikasi Olahan Rumput Laut Menjadi Produk Pangan Fungsional dalam Strategi Branding UMKM Menuju Industri Kreatif Berbasis Lokal bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing UMKM berbasis hasil perikanan dan rumput laut.

PKM dilakukan meliputi aspek manajeman keuangan, aspek produksi, dan aspek pemasaran dengan pemanfaatan media digital.

Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan diversifikasi produk hasil perikanan dan rumput laut, pengemasan, penghitungan harga pokok produksi (HPP), serta penerapan teknologi tepat guna seperti chopper, spinner, dan noodle maker.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan kualitas produk.

Mitra berhasil mengembangkan berbagai olahan baru yaitu varian abon ikan bandeng, sumpia isi abon, stik rumput laut, cracker rumput laut, brownise rumput laut, dan bakso ikan dari varian sebelumnya rengginang udang, krupuk ikan wayus, nugget udang, dan minuman rumput laut.

Peningkatan kapasitas produksi dan diversifikasi produk turut berdampak pada kenaikan omzet anggota Poklahsar pada periode awal penjualan varian baru.

Pentingnya strategi branding dalam industri kreatif UMKM melalui produk yang dikemas sebagai pangan fungsional yang sehat dan sesuai dengan tren konsumsi masyarakat urban, sehingga memiliki nilai tambah baik dari sisi estetika maupun manfaat kesehatan.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam 5 kali kunjungan, dimulai kunjungan awal analisis situasi, pelatihan pembuatan abon ikan, pelatihan pembuatan snack (cracker, stik, sunpia), pelatihan pembuatan brownise, pelatihan penghitungan harga jual (HPP), dan pendampingan praktek pembuatan akun di sosmed/marketplace.

Program pengabdian telah menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas mitra, baik dalam aspek produksi, manajerial, maupun pemasaran.

Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku UMKM menjadi fondasi penting dalam membangun inovasi berbasis lokal sebagai motor penggerak industri kreatif nasional yang berkelanjutan.

Editor : Muhammad Fahmi
#PPNS #pasuruan #rejoso #unesa